Malanginspirasi.com – Kuliner khas Pontianak, Es Campur Aling, turut meramaikan gelaran kuliner yang berlangsung di Lapangan Timur Mall Malang City Point, Kamis (15/1/2025).
Stan ini hadir atas undangan Event Organizer Jangkrik Kuliner dan berhasil menarik perhatian pengunjung dengan ragam menu tradisional yang dibawa langsung dari daerah asalnya.
Es Campur Aling menyajikan berbagai pilihan menu.
Di antaranya Ce Hun Tiau Komplit, Es Che Hun Tiau Bongko Cendol Sagu Pontianak, Es Bongko berbahan daun suji pandan, Taro atau Tua Ce Ie, hingga menu pelengkap seperti Choipan Goreng.
Selain itu, tersedia pula minuman bercita rasa Asia seperti Lychee Longan dan Thai Sweet Longan. Seluruh menu yang disajikan dipastikan halal.

Sajikan Menu Utama Khas Pontianak
Penjaga stan, Alvin, menjelaskan bahwa Ce Hun Tiau merupakan salah satu menu utama sekaligus kuliner khas Pontianak.
Makanan ini dikenal dengan cendol sagu berbentuk menyerupai mie berwarna putih yang dipadukan dengan bongko. Yakni olahan berbahan dasar daun suji pandan dan tepung beras.
Keistimewaan lainnya terletak pada penggunaan taro atau talas ungu yang didatangkan langsung dari Pontianak, yang juga dikenal dengan sebutan kribang.
“Ce Hun Tiau itu berasal dari bahasa Tiochu. Kalau dalam bahasa Hakka disebut Su Kun Tiau. Pada dasarnya sama, hanya perbedaan bahasa saja,” ujar Alvin saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, keunikan Es Campur Aling terletak pada komitmen menghadirkan jajanan tradisional Pontianak secara autentik tanpa penyesuaian rasa.
Hal tersebut dilakukan agar konsumen dapat merasakan cita rasa asli kuliner khas daerah tersebut.
Untuk menu yang paling diminati pengunjung, Alvin menyebut Ce Hun Tiau Komplit dan Es Bongko menjadi favorit.
Baca Juga:
Respons pengunjung Malang pun dinilai sangat positif terhadap kehadiran kuliner tradisional ini.
“Event seperti ini cukup berpengaruh untuk penjualan sekaligus memperkenalkan makanan tradisional Pontianak kepada masyarakat Malang,” katanya.

Dari sisi harga, Es Campur Aling membanderol produknya mulai dari Rp35 ribu hingga Rp80 ribu, tergantung pada jenis menu yang dipilih.
Beberapa bahan baku utama didatangkan langsung dari Pontianak, sementara bahan lainnya menggunakan bahan yang tersedia secara umum.
Ke depan, Es Campur Aling berharap dapat membuka stan permanen di Malang. Sehingga kuliner khas Pontianak dapat semakin dikenal dan dinikmati oleh masyarakat luas.








