Serabi Notosuman Ny. Handayani, Warisan Kuliner Solo Sejak 1923 Hadir di Malang

Malanginspirasi.com – Kuliner legendaris asal Solo, Serabi Notosuman Ny. Handayani, turut meramaikan Festival Kuliner yang digelar di Lapangan Timur Mall Malang City Point.

Tenant ini dapat dijumpai mulai tanggal 14 Januari hingga 25 Januari 2026 di area makanan halal.

Kehadiran serabi yang telah bertahan lebih dari satu abad ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, khususnya pencinta kuliner tradisional Nusantara.

Usaha Keluarga Turun Temurun

Serabi Notosuman dikenal sebagai salah satu ikon kuliner khas Solo yang telah ada sejak tahun 1923.

Usaha ini dirintis oleh Nyonya Hoo Geng Hok, nenek buyut pemilik generasi saat ini. Yang pertama kali memperkenalkan serabi dengan cita rasa khas yang berbeda dari serabi pada umumnya.

Serabi Notosuman Ny. Handayani, Warisan Kuliner Solo Sejak 1923 Hadir di Malang
Yohan, pemilik Serabi Notosuman Solo generasi ke-4, saat berbicara dengan wartawan Malang Inspirasi. (Ananda Putri Noviana)

“Sejarahnya tahun 1923 itu nenek buyut saya, Nyonya Hoo Geng Hok, yang pertama kali membuat serabi ini. Lalu diteruskan ke generasi kedua, nenek saya, Hoo Khik Nio (Ny. Margo Hutomo), kemudian sekitar tahun 80-an dilanjutkan oleh ibu saya, Handayani,” ujar Yohana, pemilik Serabi Notosuman Ny. Handayani, saat ditemui di lokasi acara, Kamis (15/1/2025).

Pada awalnya, proses memasak serabi dilakukan secara tradisional menggunakan anglo dan arang.

Namun seiring perkembangan zaman dan meningkatnya permintaan konsumen, metode produksi pun mengalami penyesuaian.

“Setelah berkembangnya zaman, pakai arang itu sudah nggak bisa teratasi karena banyaknya permintaan konsumen. Setelah itu kita pakai ini sekarang, pakai kompor itu.” jelasnya.

Serabi Notosuman Ny. Handayani, Warisan Kuliner Solo Sejak 1923 Hadir di Malang
Loyang yang digunakan untuk membuat Serabi Notosuman Solo. (Ananda Putri Noviana)

Meski demikian, Yohana menegaskan bahwa keaslian rasa dan kualitas tetap menjadi prioritas utama yang dijaga secara turun-temurun.

Bahan baku yang digunakan pun tidak mengalami perubahan signifikan sejak pertama kali dibuat.

“Dari dulu sampai sekarang kami tetap menjaga kualitas bahan baku dan rasa. Bahan utamanya beras, santan kelapa, dan gula. Resepnya juga sama seperti yang diajarkan dari generasi sebelumnya,” ungkapnya.

Baca Juga:

Tawarkan Rasa Otentik, Es Campur Aling Perkenalkan Kuliner Pontianak di Malang

Festival Kuliner Pecinan Jakarta Hadirkan Ragam Cita Rasa Nusantara hingga Internasional di Malang City Point

Serabi Notosuman Ny. Handayani berpusat di Jalan Mohammad Yamin Nomor 51, Solo, kawasan yang dahulu dikenal sebagai Kampung Notosuman.

Dari sanalah nama Serabi Notosuman berasal dan menjadi identitas yang melekat hingga kini.

Tawarkan Varian Sederhana dan Konsisten

Dari sisi varian, serabi ini dikenal sederhana namun konsisten. Varian original menjadi favorit utama konsumen, disusul varian cokelat dengan taburan meses.

“Yang paling diminati itu original. Varian kami sebenarnya hanya original dan cokelat. Cokelatnya menggunakan meses,” kata Yohana.

Dalam festival ini, Serabi Notosuman juga memperkenalkan inovasi baru berupa tambahan topping seperti keju dan nangka, tanpa meninggalkan ciri khas rasa aslinya.

Serabi Notosuman Ny. Handayani, Warisan Kuliner Solo Sejak 1923 Hadir di Malang
Karyawan Serabi Notosuman Solo saat membungkus Serabi dengan daun pisang. (Ananda Putri Noviana)

“Di festival Jangkrik Kuliner ini baru pertama kali kami ikut, dan responsnya luar biasa. Ini sangat membantu. Kami juga memperkenalkan topping keju dan nangka,” tambahnya.

Adapun harga yang ditawarkan masih terjangkau, yakni Rp7.600 untuk varian original, Rp8.000 untuk cokelat, Rp9.000 untuk topping nangka, dan Rp10.000 untuk topping keju.

Ke depan, Yohana berharap Serabi Notosuman tetap dikenal luas sebagai kuliner tradisional berkualitas yang mampu beradaptasi dengan selera pasar tanpa kehilangan identitas aslinya.

“Harapan kami, ciri khas original dan cokelat tetap dipertahankan, dan inovasi-inovasi baru ini bisa semakin dikenal oleh berbagai kalangan,” pungkasnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *