Malanginspirasi.com – Kuliner tradisional khas Bali, Klepon Gianyar Bali, turut meramaikan Festival Kuliner Pecinan Jakarta yang digelar di Lapangan Timur Mall Malang City Point pada 14–25 Januari 2026.
Berada di area makanan halal, tenant ini menarik perhatian pengunjung dengan sajian klepon bercita rasa autentik yang telah bertahan sejak tahun 1980.
Usaha Turun Temurun
Klepon Gianyar Bali merupakan usaha kuliner legendaris yang berakar dari Gianyar, Bali.
Berdasarkan penuturan Selvi, salah satu karyawan yang bertugas di lokasi acara, usaha ini pertama kali dirintis oleh almarhum Desak Ketut Rai pada 1980.
Kemudian dilanjutkan oleh menantunya, Ida Ayu Putu Laksmi Dewi, hingga berkembang seperti saat ini.
“Usaha ini sudah ada sejak tahun 1980. Awalnya dari mertua owner kami, almarhum Desak Ketut Rai, lalu diteruskan oleh menantunya,” ujar Selvi saat ditemui di sela-sela festival, Kamis (15/1/2025).

Keunikan Klepon Khas Bali
Keunikan Klepon Gianyar Bali terletak pada perbedaannya dengan klepon khas Jawa.
Jika klepon Jawa umumnya menggunakan gula merah serut sebagai isian, klepon Bali justru memakai gula merah cair.
Dari segi tekstur, klepon Bali dikenal lebih lembut dan kulitnya cenderung lebih tipis.

“Kalau di Bali, gulanya cair, bukan diserut. Teksturnya juga lebih lembut dan tipis, jadi sensasinya beda,” jelasnya.
Klepon Gianyar Bali menghadirkan dua varian utama, yakni klepon berbahan tepung ketan dengan warna hijau alami dari daun pandan dan daun suji.
Serta varian singkong berwarna kuning yang kenyal dengan isian gula merah.
Proses Pembuatan yang Khas

Proses pembuatannya pun cukup khas, di mana adonan dipulung satu per satu untuk memastikan gula cair dapat terisi dengan sempurna sebelum direbus hingga matang.
“Kalau sudah ngambang belum tentu langsung matang. Jadi harus dipastikan benar-benar matang, lalu direndam air dingin supaya tidak lengket dan tidak pecah, baru ditaburi kelapa,” terang Selvi.

Respons masyarakat Malang terhadap Klepon Gianyar Bali terbilang positif.
Banyak pengunjung mengaku menyukai cita rasanya yang berbeda dari klepon pada umumnya.
“Puji Tuhan banyak yang suka, karena katanya lebih lembut dan rasanya beda dengan klepon-klepon di Jawa,” katanya.
Untuk harga, Klepon Gianyar Bali dibanderol Rp55.000 per boks dengan isi 20 biji.

Meski demikian, terdapat tantangan tersendiri dalam menjaga konsistensi kualitas selama mengikuti festival di luar Bali.
Terutama terkait bahan baku seperti singkong dan kelapa yang harus disuplai dari daerah setempat.
“Tantangannya lebih ke bahan seperti singkong dan kelapa, takutnya kualitasnya tidak sama dengan di Bali,” ungkapnya.
Saat ini, kuliner ini dapat ditemukan di berbagai lokasi strategis di Pulau Dewata.
Baca Juga:
Serabi Notosuman Ny. Handayani, Warisan Kuliner Solo Sejak 1923 Hadir di Malang
Tawarkan Rasa Otentik, Es Campur Aling Perkenalkan Kuliner Pontianak di Malang
Seperti Gianyar sebagai pusatnya, Icon Mall Sanur, Beachwalk Mall Kuta, Plaza Renon, hingga Krisna Oleh-Oleh dekat Bandara Bali.
Keikutsertaan dalam Festival Kuliner Pecinan Jakarta di Malang menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan kuliner khas Bali ke masyarakat yang lebih luas.
“Mudah-mudahan ke depannya Klepon Gianyar Bali semakin dikenal dan semakin banyak yang menyukai,” pungkas Selvi dengan optimistis.








