Tato, Bentuk Ekspresi Diri yang Sering Disalahartikan

Malanginspirasi.com – Tato telah berkembang menjadi salah satu bentuk ekspresi diri yang paling nyata, digunakan untuk menyampaikan pesan atau menggambarkan karakteristik pemiliknya kepada dunia. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa masyarakat pada umumnya sering salah memaknai “sinyal” yang disampaikan melalui tato dan dengan demikian salah menilai kepribadian individu ber-tato.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Research in Personality edisi Agustus ini melibatkan dua kelompok partisipan.

Kelompok pertama terdiri dari 274 orang dewasa yang memiliki total 375 tato, yang mengisi kuesioner mengenai kepribadian mereka. Kelompok kedua terdiri dari 30 mahasiswa dan dosen yang diminta menilai kepribadian pemilik tato berdasarkan foto tato mereka saja.

“Ketika orang melihat tato, mereka cenderung memiliki asumsi yang serupa tentang kepribadian pemiliknya,” ujar William Chopik, profesor psikologi dari Michigan State University, dalam rilisnya.

“Namun, akurasi asumsi ini tidak sesuai dengan realitas untuk sebagian besar karakter,” lanjutnya.

Dalam studi tersebut, foto-foto tato diperlihatkan kepada kepada 30 mahasiswa dan profesor yang diminta untuk menilai kepribadian pemilik tato hanya berdasarkan gambar tersebut.

Tato sebagai bentuk ekspresi diri juga banyak dijumpai pada pemain bola. (Getty Images)
Bentuk Tato Tak Selalu Sama dengan Kepribadian

Hasilnya menunjukkan bahwa para penilai cenderung sepakat satu sama lain tentang makna tato. Akan tetapi penilaian tersebut jarang sesuai dengan kepribadian yang dilaporkan sendiri oleh pemilik tato. Orang-orang secara konsisten salah dinilai dalam hal keramahan, kesadaran, ekstroversi, dan neurotisme, ketika dievaluasi hanya berdasarkan tato mereka.

Sebagai contoh, orang dengan tato bertema kematian dinilai kurang ramah dan lebih neurotis, tetapi pengamatan ini tidak sesuai dengan hasil inventarisasi kepribadian mereka.

Namun, ada satu pengecualian. Orang dengan tato yang unik atau aneh dinilai terbuka terhadap pengalaman baru, dan evaluasi ini terbukti akurat dalam tes kepribadian. Mereka secara akurat dinilai lebih berpikiran terbuka, tertarik mencari pengalaman baru, dan menghargai upaya artistik.

“Kami terkejut melihat bahwa orang secara akurat menilai keterbukaan seseorang hanya berdasarkan foto tato,” kata Brooke Soulliere, peneliti utama dari Michigan State University.

“Ketika orang melihat tato yang aneh atau konyol, mereka berasumsi bahwa orang tersebut terbuka terhadap pengalaman. Dan… mereka benar tentang itu,” imbuhnya.

Para peneliti menyarankan bahwa langkah selanjutnya adalah meneliti apakah perilaku terhadap orang bertato berubah berdasarkan penilaian ini.

“Misalnya, wanita dengan tato yang terlihat cenderung tidak dipekerjakan untuk posisi pengawasan. Ia juga cenderung ditawari gaji lebih rendah daripada rekan tanpa tato yang terlihat,” tulis para peneliti.

Studi ini menyimpulkan bahwa diskriminasi berdasarkan tato tidak dapat diterima. Meskipun orang membuat penilaian yang berbeda tentang berbagai jenis tato, kepribadian jarang terkait dengan jenis tato yang dipilih.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *