Malanginspirasi.com – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, umat Islam bersiap untuk melaksanakan ibadah kurban, yang merupakan salah satu amalan dalam ajaran Islam. Dalam pelaksanaannya, memilih hewan kurban menjadi langkah awal yang krusial agar ibadah tersebut berjalan dengan baik dan diterima oleh Allah SWT.
Namun, banyaknya penjual hewan kurban kerap membuat masyarakat awam kesulitan menentukan pilihan. Oleh karena itu, penting mengetahui tips memilih hewan kurban yang tepat dan memahami syarat hewan kurban agar ibadah berjalan sah dan berkah.
Guru Besar Bidang Kesehatan Ternak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, M.S., memberikan panduan penting dalam memilih hewan kurban yang sehat dan layak.
“Berkurban itu perintah, dan sudah ada contohnya yang diterima harus yang baik. Maka harus mengusahakan hewan ternak yang baik,” ujarnya.
Menurut Prof. Lili, salah satu syarat hewan kurban adalah memastikan bahwa hewan tersebut telah mendapatkan vaksin, terutama vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang bersifat wajib.
Di wilayah endemis seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, vaksin tambahan seperti Anthrax dan Brucellosis juga diperlukan.
“Brucellosis ini penyakit keguguran menular, bahkan juga bisa menular pada manusia. Jadi, untuk daerah-daerah dengan kasus penyakit tertentu, ternak harus mendapatkan vaksinasi,” jelasnya.
Selain vaksinasi, Prof. Lili juga mengingatkan akan pentingnya mewaspadai berbagai penyakit yang biasa menyerang hewan ternak, seperti PMK, kudis, dan cacingan.
Penyakit cacingan, menurutnya, cukup sulit dikenali secara kasat mata jika belum parah.
“Kalau penyakit cacingan sudah berat, hewan ternak akan turun berat badan secara drastis. Tapi kalau masih ringan, agak susah dilihat secara kasat mata,” ungkapnya.
Tips Mengenali Hewan Kurban yang Sehat
Ia menambahkan, salah satu ciri hewan kurban sehat yang perlu diperhatikan adalah kondisi organ dalamnya, seperti hati. Cacingan berat dapat dikenali saat proses pemotongan, terutama jika hati sapi menunjukkan adanya jaringan putih tebal tempat cacing bersarang.

Untuk membantu masyarakat mengenali ciri hewan kurban sehat, Prof. Lili menyampaikan beberapa indikator yang bisa dilihat secara kasat mata, antara lain:
- Hewan dapat berdiri tegak, bergerak lincah, dan tidak pincang.
- Mata jernih dan tidak buta.
- Tidak mengeluarkan darah, busa, atau cairan dari mata, hidung, mulut, dan anus.
- Kulit bebas dari kudis dan benjolan.
- Tidak menderita kembung, ditandai dengan bentuk perut yang tidak simetris dari belakang.
Selain memperhatikan ciri hewan kurban sehat, Prof. Lili juga membagikan tips memilih hewan kurban agar masyarakat tidak tertipu oleh penjual nakal.
Salah satu modus yang sering terjadi adalah menggembungkan berat badan hewan secara tidak wajar dengan cara digelonggong (diberi minum berlebihan).
“Hewan ternak yang digelonggong biasanya diberi minum yang banyak, dalam waktu satu jam ternak akan buang air kecil. Tentu berat badan hewan akan turun seperti semula,” tuturnya.
Ia menyarankan agar calon pembeli tidak langsung melakukan transaksi saat pertama kali melihat hewan, melainkan menunggu beberapa waktu agar kondisi asli hewan terlihat.







