Malanginspirasi.com – Dengan meluangkan waktu 15 menit sehari untuk jalan cepat atau brisk walking, maka manfaat yang diperoleh cukup signifikan. Yakni menurunkan risiko kematian dini hingga hampir 20 persen.
Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan pada 29 Juli 2025.
Kendati manfaat jalan kaki secara rutin telah lama diketahui, studi ini menegaskan bahwa kecepatan berjalan yang cukup cepat menjadi kunci utama kesehatan.
“Setiap individu harus berusaha untuk memasukkan aktivitas fisik yang lebih intens ke dalam rutinitasnya. Seperti jalan cepat atau bentuk latihan aerobik lainnya,” demikian dikatakan Lili Liu, penulis utama studi dari Vanderbilt Epidemiology Center di Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, AS.
Rekomendasi untuk berjalan cepat sebenarnya bukanlah hal baru. Pasalnya, untuk mencapai manfaat kesehatan yang paling besar dari aktivitas fisik, orang dewasa membutuhkan setidaknya 150 hingga 300 menit aktivitas aerobik dengan intensitas sedang. Salah satunya adalah jalan cepat atau menari cepat, setiap minggu.
Namun yang menarik, penelitian ini dilakukan terhadap komunitas Afrika Amerika berpenghasilan rendah yang tinggal di 12 negara bagian di wilayah tenggara AS.
Dalam penelitiannya, Lili Liu dkk melibatkan partisipan hampir 80.000 orang dewasa berusia 40 hingga 79 tahun.
Sebagian besar peserta tinggal di daerah yang relatif miskin. Dengan tingkat polusi yang cukup tinggi dan sedikit ruang yang aman untuk berjalan kaki.
Peserta diminta melaporkan berapa menit mereka berjalan pelan (seperti berjalan santai, berjalan di tempat kerja, mengajak anjing jalan, atau olahraga ringan). Kemudian berjalan cepat (seperti menaiki tangga, berjalan cepat, atau olahraga).
Data kematian dikumpulkan selama periode 2002 hingga 2022, dengan rata-rata pengamatan hampir 17 tahun. Selama masa tersebut, hampir 27.000 peserta meninggal dunia.
Gaya Hidup Juga Berpengaruh
Hasil utama penelitian yang dipaparkan Dr. Wei Zheng, peneliti senior lainnya, menunjukkan berjalan cepat selama 15 menit setiap hari dikaitkan dengan pengurangan angka kematian total hampir 20 persen.

Sementara itu, manfaat penurunan kematian akibat berjalan pelan selama lebih dari tiga jam sehari ditemukan jauh lebih kecil.
Keunggulan ini tetap signifikan meskipun peneliti mengontrol faktor gaya hidup lainnya seperti pola makan, kebiasaan merokok, dan aktivitas fisik lain.
Zheng menjelaskan bahwa manfaat ini konsisten dan signifikan, bahkan setelah mempertimbangkan berbagai faktor tersebut.
Temuan ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang lebih banyak meneliti populasi kulit putih dan lebih berkecukupan secara finansial. Studi ini menyarankan pentingnya investasi sumber daya dan dukungan untuk mendorong peningkatan aktivitas berjalan cepat di lingkungan masyarakat. Terutama di area yang kurang terlayani.
Bagaimana jalan cepat bisa meningkatkan kesehatan? Menurut para peneliti, olahraga aerobik seperti ini meningkatkan efisiensi kerja jantung, termasuk output jantung, pengiriman oksigen, dan kemampuan memompa darah.
Selain itu, berjalan cepat secara rutin mampu mencegah obesitas, kolesterol tinggi, dan hipertensi.
“Kajian ini semakin menegaskan pentingnya mempromosikan jalan cepat sebagai strategi yang sederhana namun efektif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” tutup tim peneliti dari Nashville tersebut.







