Malanginspirasi.com – Pojok Curhat menjadi salah satu solusi tempat curhat bagi gen z dan milenial.
Permasalahan umum yang dihadapi gen z sekarang pasti ga jauh-jauh dari kesehatan mental. Nah tapi kadang tuh ngga semua orang bisa diajak cerita kalau kita ada masalah.
Salah satu konselor, Rifda, bilang bahwa kebanyakan permasalahan yang gen z hadapi itu seperti tugas, skripsi, dan dosen yang kurang memahami. Sedangkan millenial kebanyakan masalah finansial.
“Masalah tugas, skripsi, dosennya kadang begilah begitulah, biasanya gen z sih yang ngalami itu. Kalau gen millenial biasanya tuh paling banyak masalah utang atau keuangan” ujarnya.
Konselor Tawarkan Pendekatan Friendable
Cara komunikasi konselor-konselor disini friendable loh. Jadi anak-anak gen z yang membutuhkan temen cerita tidak perlu takut, beneran ngobrol kayak lagi sama temen.

“Komunikasi ke gen z itu mereka bisa respect, genuine, maksudnya gak sok-sokan, ngobrol kayak temen biasa, kalau anak-anak muda biasanya layaknya aku ajak ngobrol kayak ke temenku. Biasanya aku tanya tuh kamu anak mana, kuliah dimana, setelah aku tau konteksnya habis itu langsung jump in.”
Pojok Curhat memang punya daya tarik sendiri untuk gen z. Sampai pemilihan nama program ini dipikir sangat matang agar anak-anak gen z merasa nyaman apabila ingin meluap perasaannya.
“Dari namanya sendiri ‘pojok curhat’, nah kalau misal kita bikinnya ‘pojok konseling’ aku yakin gabakal ada yang tertarik. Soalnya masih banyak stigma kalau orang ke professional kesehatan mental atau konselor dianggap gila dan stress.”
“Nah makanya kita namain ‘Pojok Curhat’ biar lebih welcoming, jadi kesini tuh tujuannya bukan untuk berobat atau mencari psikoterapi. Tapi tujuan kesini cuma luapin perasaan yang ada.”
“Jadi itu salah satu approach kita yang paling mendasar adalah distigmatisasi kesehatan mental. Pastinya bahasanya kita ubah sehingga orang orang yang awalnya orang engga aprehensive untuk masuk service kesehatan mental, mereka lebih friendly,” ujarnya panjang lebar.
Konselor-konselor disini sangat concern loh sama ketakutan seseorang terhadap profesional, karena adanya stigma buruk masyarakat.

Sehingga disini para konselor siap membantu apabila orang-orang tidak mau ke profesional.
Para konselor juga memberi tahu bahwa ke profesional itu tidak apa-apa dan sangat wajar.
Mereka juga menambahkan jika ke profesional dan konselor dijamin kerahasiaan client sangat aman.
Konselor Tekankan Pentingnya Confidentiality
“Kalo kamu ke profesional ada namanya confidentiality yang artinya rahasia masih aman ngga akan bocor kemana mana. Juga kita jelaskan bahwa prosesnya itu bukan kayak disuntik tapi prosesnya gentle. Kita juga menjelaskan kapan client membutuhkan konselor, psikolog, dan psikiater,” ujar Wildan, salah satu konselor.
Para konselor disini berharap bahwa Pojok Curhat dapat menjadi penyalur agar orang-orang, mulai dari gen alpha, gen z, hingga gen millenial bisa terbuka kembali terhadap kesehatan mental.
Sebagai penutup Wildan juga menambahkan,
“Jadi harapan untuk gen z yang nanti ketika masuk melalui program kami, gen z ini bisa jadi advokat kesehatan mental. Selain itu untuk millenial yang sudah kesini mereka bisa menyebarluaskan bahwa kesehatan mental itu its for everyone.”








