Makanan Bergizi Gratis, Tak Perlu Mahal untuk Sehat

Malanginspirasi.com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi isu penting akhir-akhir ini. Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup yang ditujukan pada anak-anak sekolah dengan memperhatikan gizi makanan mereka. Meski begitu, dalam praktiknya masih banyak instansi yang belum sepenuhnya memahami apa yang dimaksud dengan gizi.

Memang tantangan terbesarnya terletak di situ. Artinya, makanan yang diberikan tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga harus kaya akan nutrisi, bergizi, dan seimbang.

Oleh karena itu, hal yang harus diperhatikan lagi yakni, pada makanan bergizi harus mengandung beberapa elemen penting. Layaknya karbohidrat, protein, serat, dan tak lupa vitamin alami dari buah-buahan.

Sebagai contoh, pada menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), pihak katering bisa menyediakan nasi uduk, perkedel tempe, cah kangkung, dan pisang. Alternatif lainnya, dapat juga dengan menu lontong sayur, telur rebus, tahu goreng, dan anggur.

Tak Perlu Mahal untuk Sehat
Rekomendasi menu Makanan Bergizi Gratis yang variatif. (TikTok/@r12kkyyy8)
Tak Harus Mahal

Dari beberapa menu tersebut dapat dilihat bahwa bahan makanan tidak harus mahal untuk mendapat gizi yang maksimal. Pastinya, semua bahan makanan bisa dibeli di pasar. Dengan demikian, selain murah, program ini juga dapat membantu perekonomian petani dan pedagang kecil.

Di sisi lain, memasak dengan bahan pangan lokal seperti tempe dan sejenisnya menjadi nilai tambah. Terlebih lagi, dengan cara memasak yang dipastikan lebih sehat sehingga elemen penting dalam makanan tidak terbuang sia-sia.

Tidak hanya itu, relevansi program makanan bergizi gratis semakin kuat di tengah meningkatnya kesadaran publik akan pentingnya pola makan sehat.

Tak Perlu Mahal untuk Sehat
Contoh menu Makanan Bergizi Gratis dengan takaran gizinya. (Instagram/@sppg_sukamajukidul)

Banyak kasus gizi buruk atau stunting masih ditemukan. Padahal Indonesia kaya sumber pangan bergizi. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya terbantu secara ekonomi, tetapi juga diajak untuk membiasakan pola makan yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Pada akhirnya, dengan desain yang variatif, bergizi, dan berbasis bahan lokal, program makanan bergizi gratis bukan sekadar solusi lapar sesaat. Namun juga investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *