Malanginspirasi.com – 10 Oktober merupakan peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia atau World Mental Health Day. Sehingga menjadi kesempatan seru untuk berkumpul atau berbincang mengenai kesehatan mental.
Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang turut memperingatinya pada Jumat, (10/10/2025). Hari yang penting untuk mengingat pentingnya menjaga kesehatan mental bersama.
Demi memeriahkan kegiatan ini, diadakan event “Kick Off Dies Maulidiyah Ke-64 Uin Malang & Hari Kesehatan Mental Dunia”.
Kegiatan ini berbarengan dengan perayaan hari jadi UIN Malang ke-64. Untuk kegiatan Kick Off diadakan di halaman Rektorat Kampus 1.
Rangkaian acara Peringatan Hari Kesehatan Mental Dunia adalah long march ajakan menjaga kesehatan, promosi kesehatan mental di 61 titik. Selain itu juga ada screening kesehatan mental dengan cepat, dan konseling gratis.
Kamu bisa screening cepat kesehatan mental dan konseling gratis bersama mahasiswa Psikologi. Di sana curhatanmu akan didengar dan berbincang tentang implikasinya dalam kehidupan.
Siapapun boleh ikut kegiatan ini. Baik di kampus 1, 2, maupun 3 UIN Malang.
Untuk kampus satu tersedia hampir di seluruh area kampus seperti ma’had putra/putri, gedung perkuliahan, dan gedung fakultas. Terdapat 22 titik lokasi screening.
Selanjutnya, di kampus 2 lokasi screening dapat kamu temui di Cafetaria Kampus 2 dan depan Mabna Ar-Razi.
Untuk lokasi screening kampus 3 tersedia di FKIK Kampus 3, Ar-Rahim, dan ITC.

Bagi mahasiswa Psikologi, hari ini sangat penting bagi mereka. Apalagi, mereka akan menjadi generasi yang bisa memperkenalkan kesehatan mental.
“Sesederhana keluarga. Bahkan tetangga kita agar mereka tidak lagi berpikiran tertutup tentang kesehatan mental,” ungkap Salsabila Sukri mahasiswi Psikologi UIN Malang.
Tentunya kesehatan mental bukan hanya untuk remaja saja. Justru setiap generasi bahkan orang-orang tua harus terbuka tentang ini.
Betapa pentingnya meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental di dunia. Apalagi di era kehidupan yang penuh dengan tekanan dan ekspektasi sosial.
Pause Sejenak
Menurut Salsa, perlu untuk paham bahwa “tidak apa-apa” untuk berhenti sejenak buat mengambil jeda dan beristirahat.
“Sembari meminum secangkir teh atau kopi, melakukan refleksi diri, intropeksi diri sambil berpikir apa yang perlu dievaluasi,” ucapnya.
Penting bagi manusia untuk sadar kadar lelahnya dan istirahat sejenak. Sambil melakukan refleksi diri untuk kedepan yang lebih baik.
Melihat tekanan sosial yang penuh ekspektasi tinggi. Bukan kewajiban untuk mewujudkannya.
“Gak semua omongan atau ekspektasi orang sekitar kita harus direalisasikan. Kita hidup sebagai versi kita sendiri. Bukan untuk memenuhi keinginan orang lain semata,” tambah Salsa.
Hari Kesehatan Mental Sedunia ini bukan sekedar perayaan. Tapi bentuk kesadaran bagi kita untuk istirahat dari hiruk-pikuk dunia.
Selain itu, Salsa menambahkan, kita juga tidak memiliki kewajiban untuk memenuhi ekspektasi sosial setiap orang.








