Polusi Udara Tak Hanya Rusak Paru-Paru dan Jantung, Tapi Juga Picu Diabetes

Malanginspirasi.com – Polusi udara selama ini dikenal sebagai biang keladi masalah pernapasan dan jantung. Namun, studi terbaru mengungkap fakta lain bahwa polusi udara juga mengganggu metabolisme tubuh dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Penelitian dari Universitas Zurich dan Case Western Reserve University menunjukkan paparan jangka panjang terhadap polusi udara merusak kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah.

Penelitian ini berfokus pada partikel kecil di udara yang disebut PM2.5, yang berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam paru-paru. Partikel ini berasal dari asap kendaraan, kebakaran, dan polusi industri.

Untuk memahami dampak PM2.5, para peneliti melakukan eksperimen pada tikus.

Dalam eksperimen terhadap tikus, peneliti memaparkan sebagian tikus pada udara berpolusi PM2.5 selama 24 minggu, meniru kondisi kehidupan di perkotaan yang tercemar.

Hasilnya, tikus yang terpapar polusi menunjukkan gangguan metabolisme, kesulitan memanfaatkan insulin (resistensi insulin), dan disfungsi lemak cokelat.

Gen-gen penting dalam lemak cokelat, yang berperan dalam menghasilkan panas, memecah lemak, dan melindungi sel dari kerusakan, tidak bekerja sebagaimana mestinya. Lemak cokelat juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan dan penumpukan lemak berlebih.

Para peneliti kemudian menelusuri penyebab perubahan perilaku gen tersebut. Mereka menemukan bahwa polusi udara memengaruhi cara gen diaktifkan atau dimatikan di sel lemak cokelat melalui proses yang disebut epigenetik. Bukan disebabkan oleh mutasi gen itu sendiri.

Dua enzim, yaitu HDAC9 dan KDM2B, ditemukan sebagai penyebab utama. Enzim ini memengaruhi protein (histon) yang mengelilingi DNA. Pada tikus yang terpapar polusi, enzim-enzim ini mengurangi tanda kimiawi penting yang membantu gen menjalankan fungsinya.

Ganggu Metabolisme Tubuh

Ketika para peneliti menghambat enzim tersebut, fungsi lemak cokelat membaik. Sebaliknya, ketika enzim tersebut diaktifkan secara berlebihan, metabolisme tikus semakin memburuk.

Temuan ini mengungkap bahwa polusi udara tidak hanya merusak paru-paru, tetapi juga memicu perubahan berbahaya pada metabolisme tubuh melalui gangguan fungsi gen di lemak cokelat. Perubahan ini meningkatkan risiko diabetes dan masalah kesehatan lainnya.

Para peneliti berharap temuan ini mendorong pengembangan cara baru untuk mencegah atau mengatasi dampak polusi udara terhadap kesehatan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *