Wajib Tahu! Alasan Penting Berpuasa Sebelum Operasi

Malanginspirasi.com – Banyak masyarakat awam yang menyimpan tanda tanya besar, kenapa sih menjelang operasi kondisi perut harus kosong?

Ternyata dokter menganjurkan larangan ini bukan tanpa sebab. Apa sih tujuannya? Simak penjelasan berikut.

Berpuasa sebelum operasi adalah hal umum yang dianjurkan banyak dokter.

Biasanya, dokter akan meminta pasien untuk berpuasa sekitar 6-8 jam sebelum operasi, terbilang memakan waktu cukup lama.

Sehingga tak jarang terjadi keluarga pasien memberikan makanan atau minuman tanpa sepengetahuan tenaga kesehatan dengan alasan kasihan.

Padahal aslinya, dengan sikap seperti itu, dapat membahayakan kondisi pasien di ruang operasi.

Baca Juga:

Sering Anyang-Anyangan? Waspadai Infeksi Saluran Kemih

Dalam tindakan operasi, jelasnya dokter akan memberikan obat anestesi (obat bius) ke pasien, entah bius sebagian, total, atau lokal.

Nah, obat bius sendiri gunanya agar pasien tidak merasakan nyeri dan membuat pasien tidak sadar. Ketika dalam kondisi tersebut, otot pasien akan melemah dan rileks.

Jika pasien tidak mengikuti anjuran dokter yakni berpuasa 6-8 jam sebelum operasi, maka makanan tidak bisa diolah perut, karena terlalu rileksnya kondisi otot perut saat itu.

Makanan akan kembali ke atas melewati tenggorokan.

Begitu juga area tenggorokan, keadaan ototnya juga sedang lemah, sehingga pasien tidak bisa batuk dan menelan kembali makanan.

Saat pasien bernafas, makanan bisa masuk ke paru-paru dan menyumbat saluran pernafasan yang menyebabkan tersedak hingga meninggal.

Wajib Tahu! Alasan Penting Berpuasa Sebelum Operasi
Ilustrasi makanan yang masuk ke paru-paru. (TikTok/@dokter.redflag)

“Berpuasa sebelum operasi dilakukan untuk mencegah muntah yang bisa membuat isi lambung naik ke tenggorokan. Karena saat dibius refleks batuk dan menelan hilang, muntahan bisa masuk ke paru-paru dan menyebabkan kerusakan, sesak napas, bahkan hipoksia berat.” ujar dr. Firman dilansir dari artikel UM Surabaya.

Itulah alasan mengapa dokter menyarankan hal penting ini, sehingga diharapkan keluarga pasien tidak mengambil tindakan nekat dengan dalih kasihan pada pasien.

Karena apabila melanggarnya, resiko buruk yang terjadi pada pasien akan tinggi.

Gunanya juga agar proses tindakan operasi berjalan lancar, disisi lain juga membantu meringankan pekerjaan dokter.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *