Malanginspirasi.com – Ingin jus buah bermanfaat untuk kesehatan, terutama otak dan jantung? Jangan mencampurnya dengan pisang!
Hal ini ditegaskan dalam publikasi penelitian terbaru University of California-Davis (UC-Davis).
Penelitian itu mengungkapkan, bahwa menambahkan satu buah pisang ke dalam jus buah dapat mengacaukan penyerapan flavanol – senyawa antiinflamasi dan pendukung aliran darah – hingga 84 persen.
“Kami terkejut melihat betapa cepat satu pisang menurunkan kadar flavanol dalam jus buah dan yang diserap tubuh,” ujar Javier Ottaviani, peneliti utama dari UC-Davis sekaligus direktur Core Laboratory Mars Edge, dalam pers rilisnya.
Flavanols banyak terkandung dalam buah-buahan segar seperti apel, jambu merah, strawberry, kakao (bubuk murni/biji) delima, anggur, dan masih banyak lagi.
Baca Juga:
7 Alasan Kenapa Musti Rutin Makan Buah
Senyawa ini terbukti mendukung memori, mengurangi peradangan, serta meningkatkan sirkulasi darah jika dikonsumsi rutin.
Namun, enzim polyphenol oxidase (PPO) yang melimpah di pisang – enzim yang membuat buah cepat kecokelatan – menghambat proses tersebut.
Dalam uji coba yang dipublikasikan di jurnal Food and Function, partisipan mengonsumsi dua jenis smoothie:atau jus buah. Yang satu berbahan pisang (PPO tinggi), satu lagi campuran beri (PPO rendah), serta kapsul flavanol sebagai pembanding.
Hasil analisis darah dan urine menunjukkan, smoothie pisang hanya menyisakan 16 persen flavanol yang terserap dibanding kapsul kontrol.
Alternatif Buah Pengganti
Academy of Nutrition and Dietetics merekomendasikan asupan flavanol 400–600 mg per hari untuk kesehatan kardiometabolik.
“Gunakan beri, nanas, jeruk, mangga, atau yogurt sebagai pengganti pisang,” saran Ottaviani.

Penelitian ini didanai Mars Inc., yang juga mengkaji manfaat flavanol kakao.
Ottaviani menambahkan, temuan serupa berpotensi diterapkan pada teh – sumber flavanol utama – tergantung cara penyeduhannya.
“Studi ini membuka pintu pemahaman praktis bagaimana kombinasi bahan makanan memengaruhi nutrisi yang benar-benar sampai ke tubuh,” tutupnya.







