Malanginspirasi.com – Minum kopi sebelum sahur sering menjadi kebiasaan bagi banyak orang untuk mengusir kantuk dan memulai hari dengan semangat. Namun, praktik ini memiliki dampak yang beragam terhadap kesehatan secara keseluruhan, termasuk potensi pengaruh negatif pada sistem pencernaan, khususnya lambung.
Menurut para ahli kesehatan, sahur di bulan Ramadan adalah momen penting untuk mengisi energi sebelum puasa panjang. Kopi, dengan kandungan kafeinnya, memang bisa memberikan dorongan cepat.
Namun, jika diminum saat perut kosong atau dalam jumlah berlebih, malah bisa menimbulkan masalah.
Hal ini karena kopi bekerja seperti stimulan alami. Kafein menghalangi zat yang bikin ngantuk, sehingga Anda merasa lebih waspada. Ini berguna untuk pekerja shift malam atau yang bangun dini hari. Selain itu, kopi punya antioksidan yang bisa melindungi sel tubuh dari kerusakan.
Meski demikian, ada juga sisi buruknya. Kafein membuat ginjal bekerja lebih keras, sehingga Anda lebih sering kencing. Selama puasa 12-16 jam, ini bisa memicu dehidrasi, dengan gejala seperti mulut kering, pusing, atau lemas.
Lebih lanjut, kopi bisa memengaruhi hormon stres seperti kortisol, yang mungkin bikin Anda lebih gelisah. Di sisi pencernaan, kafein dan asam dalam kopi merangsang produksi asam lambung. Jika perut kosong, ini seperti menyiram bensin ke api, bisa menyebabkan heartburn, mual, atau bahkan memperburuk maag.
Sebuah studi dari Journal of Gastroenterology menemukan bahwa konsumsi kopi berlebih bisa menimbulkan iritasi lapisan lambung, terutama bagi yang punya riwayat ulkus.
Siapa yang Paling Berisiko?
Tidak semua orang sama. Orang sehat mungkin aman minum satu cangkir kopi sebelum makan sahur. Tapi, bagi penderita GERD (penyakit asam lambung naik) atau IBS (sindrom usus iritabel), ini bisa jadi mimpi buruk.
Faktor lain yang meningkatkan risiko adalah usia, toleransi kafein, dan jenis kopi. Misal, kopi dengan susu yang lebih ringan pada lambung dibandingkan kopi hitam pekat.
Dari perspektif jangka panjang, iritasi lambung berulang bisa meningkatkan risiko infeksi bakteri atau bahkan kanker lambung.
Para pakar kesehatan menyarankan untuk mnum kopi setelah makan, bukan sebelum. Batasi satu cangkir (kurang dari 200 mg kafein), dan pilih yang rendah asam seperti decaf. Imbangi dengan dua gelas air untuk mencegah dehidrasi.







