Malanginspirasi.com – Sebuah studi terbaru menemukan bahwa bahkan satu malam saja kurang tidur dapat memengaruhi sistem imun tubuh dengan cara yang mirip dengan obesitas. Suatu kondisi yang terkait dengan peradangan kronis dan penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, dan obesitas itu sendiri.
Penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Immunology ini menyoroti betapa sensitifnya sistem imun terhadap kualitas tidur.
Jika perubahan imun ini berlanjut seiring waktu akibat kebiasaan tidur yang buruk, hal ini dapat berkontribusi pada peradangan jangka panjang dan meningkatkan risiko masalah kesehatan serius lainnya.
Keterkaitan antara Tidur dan Peradangan
Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa tidur yang buruk berkaitan dengan penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Namun, cara tepat bagaimana tidur memengaruhi sistem imun masih terus dieksplorasi.
Studi ini berfokus pada monosit, sejenis sel darah putih yang berperan penting dalam pertahanan tubuh terhadap infeksi dan ancaman lainnya.
Terdapat tiga jenis monosit: monosit klasik yang merespons infeksi dengan cepat, monosit intermediat yang membantu mengatur respons imun, dan monosit non-klasik yang berpatroli di tubuh dan merespons peradangan.
Para peneliti mendapati bahwa orang dengan obesitas memiliki lebih banyak monosit non-klasik, yang terkait dengan peradangan kronis. Mereka juga memiliki kualitas tidur yang lebih buruk dibandingkan individu berbadan normal. Menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara tidur yang buruk, peradangan, dan peningkatan berat badan.
Kurang Tidur Mengubah Sistem Imun Tubuh
Untuk memperdalam penelitian ini, para ilmuwan mempelajari lima individu sehat dan ramping yang tidak tidur selama 24 jam. Sampel darah mereka menunjukkan pergeseran kadar monosit yang mirip dengan yang terlihat pada peserta obesitas.
Temuan ini menunjukkan bahkan satu malam tanpa tidur dapat memicu perubahan peradangan dalam sistem imun. Meningkatkan risiko masalah kesehatan kronis jika kekurangan tidur terjadi secara teratur.
Mengapa Gangguan Tidur Menjadi Masalah yang Semakin Besar
Dr. Fatema Al-Rashed, peneliti utama, memperingatkan bahwa gaya hidup modern, termasuk lamanya durasi waktu memelototi layar hp/komputer/laptop, media sosial, dan jadwal kerja yang berkepanjangan, membuat masalah tidur semakin umum.
Gangguan ini, pada gilirannya, dapat berkontribusi pada meningkatnya angka penyakit peradangan.

Langkah selanjutnya bagi para peneliti adalah memahami mekanisme biologis di balik perubahan ini dan mencari tahu apakah kebiasaan tidur yang lebih baik dapat membalikkan kerusakan tersebut. Mereka juga tertarik untuk mengeksplorasi terapi tidur terstruktur dan pedoman penggunaan teknologi untuk membantu orang meningkatkan kualitas tidur mereka.
Gambaran Besar: Tidur sebagai Prioritas Kesehatan Masyarakat
Dr. Al-Rashed berharap penelitian ini akan memengaruhi kebijakan kesehatan masyarakat dengan mendorong perbaikan di tempat kerja dan edukasi yang mempromosikan kebiasaan tidur yang sehat.
Hal ini sangat penting bagi orang-orang yang beresiko kekurangan tidur, seperti pekerja shift dan individu yang menghabiskan waktu lama di depan layar.
Dalam jangka panjang, meningkatkan kebiasaan tidur dapat membantu mengurangi beban penyakit peradangan seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Karena itu sangatlah penting menjadikan tidur sebagai fokus utama untuk kesehatan yang lebih baik.







