Menyongsong Indonesia Emas 2045, Seberapa Kental Karakter Kebangsaan Gen Z?

Malanginspirasi.com – Generasi Z kini menempati posisi strategis sebagai calon pemimpin Indonesia pada 2045.

Mereka tumbuh dalam arus digitalisasi yang masif, terhubung dengan budaya global, sekaligus menghadapi dinamika sosial politik yang jauh lebih kompleks dibanding generasi sebelumnya.

Dalam konteks ini, nasionalisme di kalangan Gen Z tidak lagi terikat pada bentuk-bentuk tradisional.

Bagi banyak dari mereka, kecintaan pada tanah air diwujudkan melalui kontribusi berdasarkan kompetensi, kreativitas, dan pencapaian.

Identitas Nasional Gen Z di Era Digital

Hal ini tergambar dalam pandangan seorang mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya, Dawa, yang menilai bahwa nasionalisme generasi saat ini bersifat lebih adaptif.

“Nasionalisme itu rasa cinta kepada tanah air. Di era modern, bentuknya sangat fleksibel. Tidak harus menjadi TNI atau bekerja di pemerintahan. Membanggakan Indonesia lewat pendidikan dan prestasi juga bagian dari nasionalisme,” ujarnya.

Pemaknaan ini menunjukkan bahwa identitas kebangsaan Gen Z berkembang menjadi lebih dinamis.

Mereka melihat pengabdian bukan sebagai kewajiban struktural, tetapi sebagai kontribusi berbasis keahlian, inovasi, dan rekam jejak pada level global.

Menyongsong Indonesia Emas 2045, Seberapa Kental Karakter Kebangsaan Gen Z?
Data populasi generasi z di Indonesia. (Badan Pusat Statistik)
Tantangan Gen Z Dalam Membangun Nasionalisme

Meskipun memiliki potensi besar, Gen Z juga menghadapi sejumlah tantangan yang turut memengaruhi karakter kebangsaannya.

1. Arus informasi tanpa batas

Paparan budaya global berlangsung sejak usia dini.

Dawa menyebut derasnya informasi dari luar negeri turut membentuk pola pikir generasi muda.

“Paparan media itu sangat universal. Budaya Jepang, Korea, dan lainnya masuk dengan mudah. Informasinya makin sulit difilter,” terangnya.

2. Polarisasi dan budaya instan di ruang digital

Fenomena seperti #KaburAjaDulu mencerminkan kekecewaan sebagian anak muda terhadap sistem di dalam negeri.

Menurut Dawa, hal tersebut merupakan indikator adanya persoalan struktural yang perlu diperbaiki.

Menyongsong Indonesia Emas 2045, Seberapa Kental Karakter Kebangsaan Gen Z?
Tagar yang pernah viral di kalangan generasi z pada bulan februari lalu. (Screenshot X)

“Kalau orang bisa berstatement seperti itu berarti ada kekurangan di sistem pendidikan, pemerintahan, atau lapangan kerja. Itu tandanya negara perlu evaluasi,” tuturnya.

3. Hedonisme digital

Format konten yang serba cepat memudahkan penyebaran informasi, namun dapat mengurangi kedalaman pemahaman terhadap isu kebangsaan yang memerlukan refleksi.

“Lewat konten kreator justru lebih mudah dicerna bagi Gen Z. Tapi tantangannya adalah bagaimana memfilter semua informasi yang masuk,” jelasnya.

Faktor Penting Pembinaan Karakter

Dalam wawancara tersebut, Dawa menekankan pentingnya peran pemerintah dan kampus dalam memberikan contoh nyata pembinaan karakter.

“Kami butuh arahan dan contoh yang jelas. Kami belajar sambil membangun masa depan, maka lingkungan yang suportif sangat penting,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan karakter kebangsaan tidak cukup melalui materi seremonial, tetapi membutuhkan praktik yang konsisten, baik di ruang akademik maupun kegiatan kemahasiswaan.

Di tengah tantangan tersebut, Gen Z tetap memberikan kontribusi nyata.

Bahkan aktivitas sederhana di lingkungan kampus dapat berperan dalam melestarikan budaya dan identitas nasional.

“Dari program kerja jurusan hingga penggunaan batik oleh panitia kegiatan, itu bentuk nyata menjaga budaya Indonesia. Tidak besar, tapi jika dilakukan masif dan dengan rasa bangga, itu langkah penting,” pungkasnya.

Pendekatan seperti ini menegaskan bahwa nasionalisme bagi Gen Z bergerak dari simbol menjadi aksi mikro yang konsisten, meluas, dan berbasis kebiasaan.

Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa nasionalisme Gen Z tengah mengalami transformasi.

Rasa cinta tanah air tidak berkurang, tetapi diwujudkan melalui pencapaian global, kreativitas, serta partisipasi sosial yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *