Malanginspirasi.com – Di tengah derasnya arus tren digital dan budaya instan, ketertarikan generasi Z terhadap filsafat justru menunjukkan geliat yang menarik.
Berbagai konsep pemikiran klasik kembali diperbincangkan, salah satunya stoikisme, yang ramai digaungkan di media sosial.
Fenomena ini menandai tumbuhnya minat anak muda untuk memahami diri, emosi, dan cara berpikir secara lebih reflektif.
Minat Gen Z pada Filsafat
Dalam kesempatan wawancara pada rangkaian book tour novel ‘Filsafat Punya Bakat’ di Malang, Jumat (12/12/2025), penulis Henry Manampiring menilai generasi Z saat ini semakin terbuka dan menunjukkan ketertarikan terhadap dunia filsafat.
Menurutnya, filsafat pada dasarnya merupakan kecintaan manusia terhadap proses berpikir.
“Saya senang melihat Gen Z sekarang terbuka dan tertarik pada filsafat. Karena filsafat itu melatih kita berpikir kritis dan melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang,” ujar Henry kepada jurnalis Malang Inspirasi.
Henry juga menyoroti tren stoikisme yang belakangan banyak diminati generasi muda.
Ia menilai ketertarikan tersebut sebagai hal yang positif, selama dipelajari secara utuh dan tidak sekadar mengikuti tren.

Menurutnya, pemahaman yang benar dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Sepanjang stoikismenya dipelajari dengan benar dan utuh, itu bisa sangat bermanfaat, terutama untuk mengelola emosi dan membuat kita lebih rasional,” kata Henry.
Ia menambahkan, mempelajari stoikisme karena rasa takut tertinggal tren atau FOMO bukanlah persoalan, asalkan dilakukan dengan pemahaman yang tepat dan dapat dipraktikkan.
Namun demikian, Henry mengingatkan bahwa filsafat, termasuk stoikisme, kerap kali dipahami secara sepotong-sepotong.
Hal tersebut, menurutnya, berisiko mereduksi makna filsafat dan justru menimbulkan pemahaman yang keliru.
“Sering kali konsep dipahami sepenggal-sepenggal, akhirnya malah jatuh ke sikap pasrah atau apatis. Itu realita yang tidak terelakkan,” ujarnya.
Artikel Terkait:
Book Tour Henry Manampiring di Malang: Novel ‘Filsafat Punya Bakat’ Disambut Antusias Pembaca
Menutup pernyataannya, Henry berharap ketertarikan generasi Z terhadap filsafat tidak berhenti sebagai tren sesaat.
Ia menilai filsafat memiliki peran penting dalam membentuk cara berpikir yang lebih kritis, reflektif, dan rasional di tengah tantangan kehidupan modern yang serba cepat.
Dengan mempelajari filsafat secara utuh, generasi muda diharapkan dapat merasakan manfaat yang lebih maksimal, tidak hanya sebagai pengetahuan.
Tetapi juga sebagai bekal dalam memahami diri dan menyikapi berbagai persoalan kehidupan.








