Malanginspirasi.com – Perusahaan Daerah (Perumda) Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang bergerak cepat mengatasi potensi krisis air bersih di wilayah Kecamatan Lawang dan Singosari.
Langkah strategis yang diambil adalah mempersiapkan Sumber Mata Air Krabyakan yang terletak di Desa Sumber Ngepoh, Kecamatan Lawang, sebagai penopang distribusi air bersih. Prioritas utama adalah memenuhi kebutuhan air bersih bagi dua desa yang masuk kategori Desa Darurat Rawan Air saat musim kemarau, yakni Desa Sidoluhur dan Desa Wonorejo di Kecamatan Lawang.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Kanjuruhan, Samsul Hadi, menjelaskan bahwa peninjauan ke sejumlah titik sumber air dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini mata air Krabyakan. Tujuannya adalah memastikan kesiapan sumber air tersebut untuk menopang kebutuhan pelanggan di Lawang dan Singosari.
“Ini langkah kami untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan. Mengingat saat ini terdapat lima sumber air di Kecamatan Lawang yang masuk kategori kritis akibat kekeringan,” ujarnya.
Menurut Samsul, Sumber Mata Air Krabyakan memiliki kapasitas yang menjanjikan, mencapai 850 liter per detik. Pihaknya berencana mengambil 100 liter per detik dari sumber tersebut, yang akan disalurkan melalui sistem perpompaan dan gravitasi.
“Saat ini kami meninjau beberapa titik sumber air untuk kebutuhan pelanggan di Lawang dan Singosari. Mengingat saat ini lima sumber air di Lawang dalam kondisi kritis kekeringan, kami harus memastikan ketersediaan alternatif,” jelasnya.

Perluas Jangkauan Pelayanan Air Bersih
Pengembangan Sumber Air Krabyakan ini juga direncanakan untuk memperluas jangkauan pelayanan air minum ke sejumlah desa di Unit Lawang yang meliputi Sumber Ngepoh, Srigading, Kalirejo, Bedali, Sidodadi, dan Sidoluhur.
Selain itu, Unit Singosari juga akan terlayani, mencakup Desa Randuagung, Dengkol, Baturetno, Tamanharjo, dan Wonorejo.
Dengan demikian, potensi pelanggan yang dapat terlayani mencapai lebih dari 7.800 sambungan rumah (SR).
“Kami telah menyusun rencana bisnis 2024–2029 yang memprioritaskan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Krabyakan. Air dari sumber akan dipompa menuju tandon di daerah Otsuka. Kemudian didistribusikan secara gravitasi untuk menjangkau wilayah Lawang dan Singosari,” terang Samsul.
Upaya Perumda Tirta Kanjuruhan ini sejalan dengan Keputusan Bupati Malang Nomor 188.45/523/KEP/35.07.013/2022 tentang penetapan Desa Darurat Rawan Air.
Keputusan tersebut menempatkan Desa Sidoluhur dan Desa Wonorejo sebagai desa dengan status rawan air yang membutuhkan percepatan solusi penyediaan air bersih.
“Kami berkomitmen menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Karena itu, setiap sumber potensial akan dimaksimalkan untuk mengantisipasi risiko kekeringan,” tegasnya.
Dengan pengembangan Sumber Air Krabyakan ini, Perumda Tirta Kanjuruhan berharap kebutuhan air bersih bagi masyarakat Lawang dan Singosari dapat terjamin. Terutama dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan berkurangnya debit pada beberapa sumber utama.







