Malanginspirasi.com – April menjadi pintu masuk musim kemarau 2026 di Malang Raya. BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso memprediksi awal kemarau terjadi secara bertahap mulai minggu ketiga April di kecamatan selatan seperti Bantur, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak, sementara sebagian besar wilayah lainnya menyusul pada Mei (56,9 persen luas Kabupaten Malang).
Puncak kekeringan diproyeksikan Agustus–September, dengan karakteristik lebih kering akibat pengaruh El Nino lemah yang masih berpotensi. Kondisi ini membawa implikasi penting bagi pertanian, ketersediaan air, dan risiko kebakaran hutan.
Meski transisi sudah berlangsung, cuaca hari ini Rabu (1 April 2026) masih menunjukkan sisa-sisa musim hujan.
Prakiraan BMKG menyebutkan kondisi berawan mendominasi hampir seluruh Malang Raya sepanjang hari, dengan potensi hujan ringan lokal yang terbatas. Suhu udara berkisar 19–30°C, sementara kelembaban relatif tinggi (63–99 persen), membuat udara terasa lembab dan segar di pagi hari tapi agak gerah siang hingga sore.
Baca Juga:
BMKG Peringatkan Musim Kemarau 2026 di Malang Lebih Kering dan Panjang Akibat El Nino
Prakiraan Detail per Wilayah Hari Ini:
- Kota Malang (Blimbing, Klojen, Kedungkandang, Sukun, Lowokwaru): Berawan sepanjang hari. Suhu 20–30°C, kelembaban 60–95 persen. Hujan ringan mungkin terjadi sporadis di Lowokwaru dan sebagian Sukun, tapi intensitas ringan dan tidak merata. Siang cenderung hangat hingga 29–30°C.
- Kota Batu: Lebih sejuk dengan suhu minimum 16–20°C di area pegunungan. Berawan hingga berpotensi udara kabur/kabut tipis. Kelembaban sangat tinggi (hingga 99 persen). Hujan ringan pagi–siang lebih mungkin dibanding Kota Malang.
- Kabupaten Malang: Berawan dominan, dengan udara kabur di beberapa kecamatan dataran rendah. Suhu 20–30°C (lebih rendah di pegunungan selatan). Potensi hujan ringan rendah–sedang, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya masuk kemarau.
BMKG juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem hingga awal April, termasuk hujan petir dan angin kencang akibat sirkulasi siklonik di sekitar wilayah Indonesia. Masyarakat diminta mewaspadai banjir, longsor, dan pohon tumbang, meski hari ini risiko relatif lebih rendah dibanding akhir Maret.
Konteks dan Implikasi Lebih Luas Prediksi musim kemarau 2026 yang lebih awal dan kering ini selaras dengan pola nasional BMKG: 16,3 persen wilayah Indonesia mulai kemarau pada April, termasuk sebagian Jawa Timur.
Di Malang Raya, penurunan curah hujan bulanan April (rata-rata historis sekitar 213 mm) menjadi sinyal awal pancaroba.







