Inflasi Kota Malang Desember 2025 Tercatat 0,56 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Cabai Rawit dan Emas

Malanginspirasi.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat inflasi pada Desember 2025 sebesar 0,56 persen secara bulan ke bulan (month-to-month/m-to-m).

Capaian ini menjadikan Kota Malang sebagai salah satu daerah dengan inflasi terendah di Jawa Timur, setara dengan Kabupaten Tulungagung.

Kepala BPS Kota Malang, Umar Sjaifudin, M.Si., dalam siaran pers yang disampaikan melalui kanal YouTube BPS Kota Malang pada Senin (5/1/2026) pukul 13.30 WIB.

Ia menjelaskan bahwa inflasi Desember 2025 dipengaruhi oleh faktor cuaca serta dinamika harga sejumlah komoditas strategis.

“Curah hujan pada Desember 2025 relatif tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini berdampak pada terganggunya produksi dan distribusi beberapa komoditas hortikultura,” terangnya.

Berdasarkan data BPS, seluruh kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur mengalami inflasi pada Desember 2025.

Inflasi Jawa Timur
Inflasi Kota Malang Desember 2025 Tercatat 0,56 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Cabai Rawit dan Emas
Data inflasi dari berbagai kota di Jawa Timur. (malangkota.bps.go.id)

Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Jember sebesar 0,86 persen, sementara inflasi terendah tercatat di Kota Malang dan Kabupaten Tulungagung masing-masing sebesar 0,56 persen.

Sebagai perbandingan, inflasi Jawa Timur tercatat 0,76 persen, sedangkan inflasi nasional berada di angka 0,64 persen.

Secara tahunan (year-on-year/y-on-y), inflasi Kota Malang pada Desember 2025 tercatat 2,81 persen, lebih rendah dibandingkan Jawa Timur (2,93 persen) dan nasional (2,92 persen).

Angka inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) Kota Malang juga berada di level 2,81 persen.

Inflasi bulanan Desember 2025 di Kota Malang terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 1,25 persen dengan andil 0,36 persen terhadap inflasi umum.

Inflasi Kota Malang Desember 2025 Tercatat 0,56 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Cabai Rawit dan Emas
Komoditas ekonomi yang menyumbang inflasi dan deflasi bulan Desember 2025. (malangkota.bps.go.id)

Komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi m-to-m antara lain cabai rawit dengan inflasi sebesar 78,98 persen dan andil 0,14 persen.

Diikuti emas perhiasan (inflasi 4,82 persen; andil 0,11 persen), daging ayam ras, bawang merah, serta bensin.

Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi melalui deflasi, di antaranya cabai merah, kacang panjang, kentang, dan jeruk.

Perawatan Pribadi dan Jasa Beri Pengaruh Besar

Secara tahunan dan tahun kalender, inflasi Kota Malang terutama dipengaruhi oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencatat inflasi 16,95 persen dengan andil 1,04 persen.

Inflasi Kota Malang Desember 2025 Tercatat 0,56 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Cabai Rawit dan Emas
Subkelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi tertinggi pada bulan Desember 2025. (malangkota.bps.go.id)

Komoditas paling dominan dalam kelompok ini adalah emas perhiasan. Emas mengalami inflasi tahunan sebesar 61,73 persen dan memberikan andil 0,90 persen.

Selain emas perhiasan, komoditas lain yang turut mendorong inflasi tahunan. Antara lain beras, bahan bakar rumah tangga, cabai rawit, dan daging ayam ras.

Sementara itu, komoditas seperti bawang putih, pisang, dan tomat tercatat menjadi penyumbang deflasi sepanjang tahun 2025.

BPS Kota Malang mencatat bahwa dalam lima tahun terakhir. Komoditas penyumbang inflasi Desember cenderung didominasi oleh bahan pangan dan komoditas dengan volatilitas tinggi.

Inflasi Kota Malang Desember 2025 Tercatat 0,56 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Cabai Rawit dan Emas
Data dalam bentuk statistik inflasi Kota Malang dalam kurun waktu lima tahun terakhir. (malangkota.bps.go.id)

Pada Desember 2025, cabai rawit, emas perhiasan, dan daging ayam ras kembali menjadi komoditas utama pendorong inflasi.

Ke depan, stabilitas harga di Kota Malang sangat dipengaruhi oleh pengendalian pasokan pangan dan kelancaran distribusi. Serta dinamika harga komoditas global, khususnya emas.

Sinergi antar pemangku kepentingan diharapkan mampu menjaga inflasi tetap terkendali dan mendukung daya beli masyarakat secara berkelanjutan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *