Subversif UM Gelar Reaksi Kreasi 2025, Bentuk Kreatifitas Seni Rupa Modern

Malanginspirasi.com – Subversif UM menyelenggarakan kegiatan Reaksi Kreasi 2025 yang dilaksanakan di Parkiran FIS UM, Sabtu (10/04/25) malam. Kegiatan yang bertemakan “The Abstraction of Taste: Emotion in Form and Color” ini, berfokus kepada hasil karya seni rupa.

Reaksi Kreasi 2025 merupakan acara tahunan yang dilaksanakan oleh Subversif UM berkolaborasi dengan BEM UM.

Rangkaian acara menyuguhkan sesi talkshow yang dihadiri pemateri ahli di bidang seni rupa, Bambang Suprapto. Dalam event tersebut, ia menyampaikan teknik seni rupa yang benar serta makna filosofis yang terkandung.

Talkshow dengan Bambang Suprapto, ahli seni rupa. (Farah)

Selain dengan BEM, Reaksi Kreasi juga merupakan bentuk kolaborasi dengan Lembaga Seni Otonom (LSO) di berbagai fakultas yang ada di Universitas Negeri Malang sebagai wadah bertukar ilmu dan mempererat bonding antar komunitas seni khususnya, di UM.

Reaksi Kreasi 2025 hadir sebagai wujud penyampaian ide dari kreator seni dan apresiator.

Kegiatan ini tidak dipungut biaya sehingga menarik peserta yang tertarik terhadap seni rupa yang berasal dari mahasiswa Universitas Negeri Malang maupun mahasiswa lain.

Beberapa penampilan turut memeriahkan kegiatan Reaksi Kreasi 2025. Antara lain band, dance modern dan tradisional, dan seni teater.

Penampilan ini datang dari organisasi kampus di Universitas Negeri Malang, meliputi ARTPSIUM, PMV, ASWA, LAISOS, OPIUM, NAFAS, SIMPEL, OPERET, dan SODA.

Ketua Pelaksana, Sabrian Akbar Pangestu menyampaikan bahwa karya yang dipamerkan merupakan hasil dari anggota Subversif UM. Selain itu, karya seni rupa dari pemateri juga turut dipamerkan untuk dinikmati oleh penikmat seni yang datang.

Ketua Pelaksana Sabrian Akbar Pangestu memberikan sambutan di pembukaan Reaksi Kreasi 2025. (Farah)

Peserta yang hadir berasal dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial, anggota Lembaga Seni Otonom (LSO), dan mahasiswa umum lainnya.

Wadah Berkreasi

Kegiatan Reaksi Kreasi ini bertujuan untuk menarik minat mahasiswa untuk berani mengekspresikan karya seni beserta penyampaian makna di dalam karya.

“Kegiatan ini harapannya menjadi wadah teman-teman untuk berkegiatan secara positif. Menampung hasil karya seni, dan menarik teman-teman yang penikmat seni,” jelas Brian.

Brian menambahkan, beberapa kreator seni masih terkendala untuk mengekspresikan hasil karya seninya dikarenakan tidak adanya fasilitas yang mendukung. Sehingga kegiatan ini menjadi wadah yang tepat bagi kreator dan apresiator untuk berkembang.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *