Malanginspirasi.com – Suasana khidmat dan meriah tampak dalam pelaksanaan Dibaan Putri Kecamatan Jabung yang digelar pada Rabu (27/8/2025) malam. Kegiatan ini berhasil menarik perhatian ratusan jamaah, dengan jumlah kehadiran mencapai sekitar 600 orang dari berbagai desa maupun dusun di wilayah Jabung dan sekitarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil bersama sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada para leluhur serta memohon keberkahan. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembacaan kitab Diba’ yang menjadi inti acara.
Kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus media mempererat ukhuwah Islamiyah antarjamaah.
Uniknya, setiap kelompok hadir dengan seragam diba’ khas daerah masing-masing, sehingga suasana semakin semarak dengan ragam warna dan corak busana yang ditampilkan.
Ketua panitia pelaksana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas antusiasme jamaah yang begitu tinggi.
“Alhamdulillah, acara Dibaan Putri tahun ini berjalan lancar. Kehadiran ratusan jamaah menjadi bukti semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi dan meneladani akhlak Rasulullah,” ungkapnya.
Salah satu jamaah, Siti dari Desa Kemantren, juga mengungkapkan rasa senangnya bisa ikut serta.
“Saya merasa bangga bisa hadir di acara ini. Selain menambah ilmu agama, juga bisa bersilaturahmi dengan jamaah dari desa lain. Semoga kegiatan seperti ini terus dilestarikan,” ujarnya.

Tradisi Keagamaan Warga Jabung
Selain pembacaan Diba’, acara juga diisi dengan doa bersama dan tausiyah singkat yang menekankan pentingnya melestarikan tradisi keagamaan di tengah masyarakat. Para jamaah terlihat khusyuk mengikuti rangkaian acara hingga akhir, sembari menikmati suasana kebersamaan yang hangat.
Menariknya, di penghujung acara, Bunyai Nur Salim menyempatkan diri untuk memberikan sungkeman kepada para jamaah sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang.
Tidak hanya itu, ia juga tidak sungkan saat diajak berfoto bersama oleh jamaah, dengan tujuan menyenangkan hati dan mempererat hubungan batin dengan mereka.
Sikap sederhana sekaligus penuh kehangatan dari Bunyai Nur Salim ini menambah kesan mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir.

Bagi warga Jabung, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan. Melainkan juga momentum memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menanamkan nilai religius kepada generasi muda.
Dengan partisipasi yang begitu besar, Dibaan Putri membuktikan bahwa tradisi keislaman masih sangat hidup dan dicintai oleh masyarakat setempat.








