Terbang Gandur Se-Kecamatan Jabung Meriahkan Rangkaian Acara Maulid

Malanginspirasi.com – Usai pelaksanaan Dibaan Putra yang digelar pada Kamis (28/8/2025) ba’da Maghrib, rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW semakin meriah dengan digelarnya Terbang Gandur Se-Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pada malam harinya, ba’da Isya.

Acara yang dipusatkan di Jabung ini menghadirkan puluhan grup terbang gandur dari berbagai desa dan dusun.

Suara tabuhan rebana berpadu dengan lantunan shalawat, menciptakan suasana syahdu sekaligus penuh semangat kebersamaan. Para jamaah yang hadir tampak antusias menyaksikan penampilan demi penampilan grup, yang masing-masing menampilkan kekhasan nada dan irama.

Uniknya, terbang gandur memiliki ciri khas menggunakan spiker yang biasa disebut toa berbentuk seperti cerobong. Dengan suara nyempreng serta nada pemimpin sholawat yang bercengkok-cengkok, suasana menjadi semakin meriah dan khas. Menambah kekhidmatan sekaligus daya tarik tersendiri bagi para jamaah.

Majlis Hizbullah dari Kemantren membawakan terbang gandur di Masjid Kyai Nur Salim, Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Jabung. Lantunan shalawat berpadu dengan tabuhan rebana, menambah semarak rangkaian acara maulid di Jabung. (Musthofa)

Menariknya, partisipasi datang dari 19 majelis terbang gandur yang tersebar di seluruh wilayah Jabung.

Di antaranya Al Mustofa (Ndalem Bu Nyai, 16 orang), Hizbulloh (Masjid Kyai Nursalim, 50 orang), Kampung Anyar (SMP SKJ 3, 20 orang), Jabung (SMP SKJ 2, 15 orang), Bendo (SMP SKJ 1, 20 orang), Kuto Bedah (SMK SKJ, 12 orang), Nongko Jajar (SMA SKJ, 25 orang), Kerisik (Ndalem Neng Ilmi, 25 orang), Gedangan (Ndalem Kyai Haji Ali Muzaki, 60 orang), Boro Jabung (Kantor Yayasan/H. Sugi, 16 orang), Konang (Perpus IAI SKJ, 30 orang), Pateguan (Mushola Attaqwa, 20 orang), Tombo Ati (Mushola SKJ LE, 40 orang), Gondang (Mushola Baiturrohim, 20 orang), Bendrong (SDS SKJ, 15 orang), Busu (Mushola P. Muhaimin, 17 orang), Taji (Mushola SKJ 2 Gedangan, 20 orang), Boro Kemantren (SMP SKJ, 20 orang), dan Leduwor (IAI SKJ Malang, 15 orang).

Syiar Agama dalam Budaya Lokal

Salah satu panitia menyampaikan bahwa Terbang Gandur menjadi penutup yang indah dari rangkaian acara sejak 25 Agustus.

“Alhamdulillah, semua kegiatan mulai dari Lailatul Hadrah, Dibaan Putri, Dibaan Putra hingga Terbang Gandur berjalan lancar dan penuh semangat. Semoga membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Acara berlangsung dengan penuh semangat dari para jamaah hingga larut malam. Sekitar pukul 00.00 WIB, kegiatan ditutup dengan makan bersama di halaman Asrama A Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Jabung. Makan bareng ini sebagai bentuk kebersamaan dan syukur atas suksesnya acara.

Para jamaah terbang gandur berkumpul menikmati makan bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan di Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Jabung. (Musthofa)

Dengan dihadiri ratusan jamaah, acara ini membuktikan bahwa tradisi islami seperti terbang gandur masih sangat dicintai dan tetap lestari di tengah masyarakat.

Lebih dari sekadar hiburan, kegiatan ini juga menjadi sarana syiar Islam melalui seni budaya lokal.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *