Malanginspirasi.com – Pada malam minggu (30/8/2025), ribuan warga memadati area karnaval Jejak Budaya di Desa Permanu, Pakisaji, Kabupaten Malang. Seperti tahun sebelumnya, karnaval digelar untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-80.
Tahun ini karnaval membawa tema yang berbeda dari sebelumnya. Perpaduan sound horeg dan tarian kebudayaan diusung oleh warga Desa Permanu, mengingat pentingnya pelestarian budaya yang semakin tergerus zaman.

Parade kebudayaan ini dimulai semenjak pukul 1 siang hingga 4 pagi. Terlaksana memakan waktu lama karena banyaknya peserta yang ikut andil meramaikan suasana. Baik dari anak TK hingga orang tua.
Diantaranya yang menarik perhatian warga yakni penampilan mini drama Roro Jonggrang. Ditampilkan oleh RT 04 dengan padu padan kostum yang meriah. Pertunjukan ini merupakan salah satu yang ditunggu-tunggu oleh penonton.
Tak kalah meriah, ada juga penampilan Tari Kecak yang ibawakan pemuda dari Kampung Kulon Permanu. Tariaan dibawakan secara energik dengan diiringi flare yang meriah menambah suasana dramatik.

Selain tarian kebudayaan, ada juga penampilan fashion show dengan kostum yang menarik. Diantaranya kostum monster seperti di Pesona Gondanglegi, kostum kerajaan, hingga pakaian pejuang Indonesia di masa lampau. Hal ini menunjukkan kekreativitasan warga Permanu dalam menyesuaikan tema yang diangkat.
Sempat Tegang
Meskipun acaranya semeriah itu, tak luput dari kericuhan yang terjadi antara pemuda RT 05 dan panitia. Akar masalahnya timbul ketika pemuda RT 05 tetap menyalakan musik sound horeg di depan panggung, padahal panitia sudah memperingatkan agar sedikit maju ke depan untuk pergantian penampilan.
Hal ini membuat panitia turun tangan dan memohon sambil sujud agar menuruti kemauan panitia. Dikarenakan hari yang semakin pagi dan masih banyak antrean yang belum tampil. Ketegangan singkat ini menjadi pembelajaran agar kedepannya saling menjaga komunikasi sejak dini.

Meskipun begitu, karnaval Permanu 2025 berhasil ditutup dengan sangat baik. Pemuda Permanu berhasil membawakan tradisi kebudayaan yang dipadupadankan kreativitas dengan apik. Seiirng langkah penonton yang pulang membawa cerita baru untuk dibagi di rumah masing-masing.







