Malanginspirasi.com – Penutupan bazar Permata Jingga disambut dengan mengularnya pengunjung yang datang.
Bazar ini berjalan selama 7 hari, terhitung dari tanggal 30 Agustus hingga 7 September dan pada umumnya berjalan lancar meskipun padat pengunjung.
Sepanjang jalan ruas kiri perumahan dipenuhi tenant makanan.
Menjajakan berbagai hidangan, sehingga membuat suasana kuliner menjadi ramai dan menarik perhatian.

Ragam makanan yang dijajakan
Pilihan makanannya pun juga sangat beragam. Dimulai dari makanan Indonesia tradisional yang menggugah selera seperti cendol hitam, cendol, dan nasi pincuk.
Ada juga makanan barat yang cukup populer di kalangan muda, seperti mie charsiu dan pizza panjang. Yang tak kalah eksis, perdimsum-an yang sedang viral di media sosial.
Tak hanya tenant makanan, bebeberapa tenant juga memanfaatkan bazar sebagai peluang untuk mempromosikan produk.
Ada yang memperkenalkan perumahan Permata Jingga, ada juga yang memajang info pendaftaran pondok pesantren.

Hingga layanan cetak yang menampilkan produk printing untuk kebutuhan warga sekitar. Keberagaman ini membuat bazar menjadi lebih dari ajang kuliner saja.
Keunikan bazar Permata Jingga
Yang uniknya lagi, di tengah-tengah ramainya jualan, terdapat satu tenant yang mencuri perhatian. Ia menawarkan cek kesehatan gratis bagi para pengunjung.
Inisiatif ini diadakan oleh salah satu klinik terapi sendi yang bertempatkan di Tulusrejo, Lowokwaru, Malang.
Dengan tujuan untuk memberikan nilai tambah bagi warga sambil meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.

Dalam layanan cek kesehatan tersebut, pengunjung bisa menjalani beberapa pemeriksaan dasar tanpa dikenai biaya.
Kesehatan yang di cek meliputi tes tekanan darah darah untuk menilai resiko hipertensi, gula darah untuk skrining diabetes, hingga pemeriksaan kolesterol untuk indikasi penyakit kardiovaskular.
Tak hanya memberikan fasilitas cek kesehatan gratis, tim klinik juga memberikan informasi singkat tentang pola hidup sehat dan saran sederhana terkait pola makan.
Para pengunjung tampak antusias mengikuti rangkaian pemeriksaan sambil tetap menikmati ragam kuliner.
Langkah ini dinilai sebagai inisiatif komunitas yang mengedepankan kesejahteraan warga sambil mempromosikan kliniknya.
Suasana malam semakin syahdu ketika live musik mulai menghiasi area bazar.

Pemilihan lagu lama sebagai latar menambah kehangatan malam itu. Deru keyboard dan lembut khas suara penyang membawa suasana nostalgia.
Secara keseluruhan, malam terasa ramah dan nyaman, membuat pengunjung betah sepanjang acara.








