Malanginspirasi.com – Kota Malang kembali menghadirkan sebuah event budaya yang sarat nilai sejarah melalui Pasar Legenda Stadsklok Kajoetangan (Paleski 2025). Acara ini digelar mulai tanggal 8 hingga 14 September 2025 di area parkir Hotel Trio Indah 2 Malang, dan berhasil menarik perhatian masyarakat dengan konsep yang unik, memadukan wisata kuliner, hiburan, serta edukasi sejarah.
Pasar Legenda ini mengusung semangat untuk melestarikan jejak budaya dan sejarah kawasan Kajoetangan. Khususnya Stadsklok, yang dikenal sebagai titik tenger peradaban Malang.
Bukan sekadar jam kota, Stadsklok memiliki makna filosofis yang dalam. Lokasinya terletak presisi di antara empat penjuru pasak bumi: Gunung Arjuno, Gunung Semeru, Gunung Bromo, dan Gunung Kelud, masing-masing berjarak sekitar 35 km.
Keberadaan ini diyakini bukan kebetulan, melainkan rancangan semesta yang sarat dengan pesan spiritual dan keseimbangan.
Sebelum berdirinya bangunan kolonial, leluhur masyarakat Malang telah membangun punden setinggi ±1 meter di lokasi ini sebagai punjer energi, tempat berkomunikasi dan menyelaraskan arah hidup.
Jarak simetris ke Pantai Malang Selatan dan Pantai Utara Pasuruan (±53 km) juga menegaskan filosofi keseimbangan tersebut. Kini, Stadsklok menjadi saksi sejarah sekaligus simbol penyambung nalar, rasa, dan spiritualitas Kota Malang dari masa ke masa.
Selama sepekan pelaksanaan, Pasar Legenda Stadsklok Kajoetangan menghadirkan berbagai kegiatan menarik. Antara lain jajanan jadul, dolanan anak, pameran produk, kuliner nusantara, live music, tembang kenangan, dangdut jadul, perform band, live DJ, barongsai, tari kolosal topeng, hingga dance modern.

Perpaduan hiburan modern dan tradisional ini berhasil memikat pengunjung dari berbagai kalangan, baik warga Malang maupun wisatawan.
Selain menjadi ruang hiburan, acara ini juga bertujuan mengedukasi generasi muda tentang pentingnya melestarikan sejarah dan budaya lokal.
Tingkatkan Geliat UMKM Lokal
Lebih dari itu, acara ini juga dihadirkan dalam rangka meningkatkan UMKM di Malang. Dengan menyediakan ruang bagi para pelaku usaha lokal untuk memamerkan dan menjual produk, Paleski 2025 menjadi momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan memperluas pasar bagi UMKM.
Imam Wahyudi, Ketua panitia penyelenggara, menyampaikan bahwa acara ini bukan hanya ajang nostalgia. Tetapi juga upaya nyata menghidupkan kembali semangat gotong royong, kebersamaan, dan cinta budaya di tengah masyarakat.

Acara ini dibuka dan didukung penuh oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas, pelaku UMKM, serta seniman lokal, Paleski 2025 diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat daya tarik wisata Kota Malang.
Meskipun event ini pertama kali diagendakan di tempat tersebut, respon masyarakat yang sangat antusias. Dukungan penuh dari Wali Kota Malang juga membuat ketua panitia semakin bersemangat untuk menggelar acara serupa tahun depan dan seterusnya.
Acara ini digelar mulai pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB setiap harinya. Beragam hiburan yang selalu ditampilkan agar pengunjung merasa betah dan tidak bosan berada di lokasi.
Dengan demikian, Pasar Legenda Stadsklok Kajoetangan 2025 bukan hanya sebuah pesta rakyat. Melainkan juga perayaan identitas Malang yang sesungguhnya:
Kota dengan sejarah panjang, budaya yang hidup, masyarakat yang berakar kuat pada nilai leluhur, sekaligus pusat tumbuhnya UMKM lokal.








