Malanginspirasi.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Batu, Balai Kota Among Tani kembali gelar Pameran Anggrek Nasional 2025.
Pameran ini diadakan mulai tanggal 3-12 Oktober 2025, Sabtu (11/10/2025).
Kegiatan tahunan ini telah berlangsung selama hampir satu dekade yang diikuti oleh 72 tenant dari berbagai daerah Indonesia, seperti NTT, Sumbawa, Bali, Kalimantan, Medan, dsb.
Warna-Warni Anggrek

Panitia Acara, Rina Geoline, menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah menjadi agenda rutin tiap tahun dan selalu mendapatkan antusiasme dari masyarakat terutama para pecinta anggrek.
“Kegiatan ini kan sama sekalian ulang tahunnya Kota Batu. Ini juga udah diadain sekitar 8 hingga 9 tahun. Jadinya event ini setiap tahun pasti ada, jadi event yang diadakan oleh komunitas anggrek,” ujarnya.
Anggrek Thailand Jadi Primadona
Dengan mengusung tema “Growing Together,” pameran kali ini memberikan sesuatu yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Untuk pertama kalinya jenis Anggrek Thailand tengah viral dikalangan pecinta tanaman hias.
Anggrek asal Thailand itu berhasil menempatkan posisi pertama dalam kompetisi anggrek tahun ini.

“Tahun kemarin nggak ada Anggrek Thailandnya, kalau tahun ini ada, tahun depan ini malah lebih internasional. Seharusnya yang internasional sekarang tapi ternyata belum bisa terealisasikan. Jadi tahun depan Insyaallah bisa terealisasikan,” tambah Rina.
Acara yang didukung oleh Pemkot Batu, Mbatu Sae, Pecinta Anggrek Indonesia (PAI), hingga PAI Jatim Academy ini tak hanya menjadi ajang untuk pameran.
Tetapi juga edukasi terhadap masyarakat terkait tanaman hias.
Rina juga menambahkan jenis-jenis anggrek disini cukup beragam dari yang mudah untuk didapatkan hingga masuk dalam kategori langka.
Untuk anggrek yang termasuk dalam kategori langka asalnya kebanyakan berasal hutan Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

“Respon pengunjung disini banyak yang seneng, soalnya kalau acara gini kan kita bisa lihat berbagai macam anggrek, enggak dari Indonesia saja, ini banyak banget. Dan banyak spesies-spesies itu kayak dari hutan gitu, asli dari hutan Indonesia,” ujarnya saat diwawancara.
“Jadi banyak ini ada spesies dari Sabang sampai Merauke. Disini kita lebih banyak mengetahui jenis jenis anggrek yang ada di Indonesia dan anggrek dari luar negeri,” tambahnya.
Rina juga menjelaskan bahwa pihak panitia akan terus melakukan perbaikan dari tahun ke tahun.
Termasuk memperlebar area jalan agar pengunjung merasa lebih nyaman.
“Dulu itu standnya banyak banget sampai jalannya terasa agak sempit, jadi sekarang kami kurangi dan buat lebih rapi lagi,” tuturnya.
Pameran akan resmi ditutup pada Sabtu malam (12/10) pukul 21.00 WIB.
“Besok malam sudah harus bersih disini, jadi buat orang-orang sekitar buruan kesini jangan sampai ketinggalan,” tutupnya.








