Nawi Orchid Singosari, Pak Iwan, Langganan Dari 2019 Ikuti Pameran Anggrek Nasional

Malanginspirasi.com – Di balik dedaunan dan keindahan anggrek akan warnanya, berdirilah Pak Iwan yang akrab disapa Pak Nawi.

Ia adalah pemilik Nawi Orchid di Singosari, Kabupaten Malang yang menjual Anggrek hingga ke berbagai kota.

Sejak 2019, sekitar era pandemi COVID-19 melanda, namanya sudah dikenal di berbagai Pameran Anggrek Nasional.

Dari tangannya, ratusan anggrek dari berbagai jenis tumbuh subur dan menjadi daya tarik bagi pencinta anggrek di seluruh Indonesia.

Ia juga memberi tahu bahwa setiap tanaman anggrek yang ia punya, memiliki harga yang variatif.

“Untuk harga tergantung besar kecilnya tanaman, dan juga warna bunganya,” ujar Pak Nawi sambil tersenyum.

Ia memahami betul bahwa keindahan anggrek tak hanya terletak pada kelopak bunganya saja.

Akan tetapi juga pada proses panjang saat masa pertumbuhan anggrek yakni dari akar hingga munculnya bunga.

Nawi Orchid Singosari, Pak Iwan, Langganan Dari 2019 Ikuti Pameran Anggrek Nasional
Contoh bibit anggrek dan jenis anggrek tanpa media. (Riznima Azizah Noer)
Perawatan Bibit Anggrek

Greenhouse yang terletak di Singosari, setiap bibit dirawat dengan baik dan telaten.

Menurutnya bibit anggrek membutuhkan tempat terbuka dan pengawasan ekstra agar aman dari penyakit atau hama.

“Kalau bibit itu memerlukan tempat yang terbuka, dan harus ditempatkan khusus untuk pertumbuhan anggrek, biar aman dari hama atau serangga,” ungkap Iwan.

Menurutnya, anggrek seperti jenis Thailand ini membutuhkan waktu sekitar empat bulan untuk mendapatkan bunga pertamanya.

“Kalau Anggrek Thailand, dari pembibitan sampai berbunga pertama butuh waktu sekitar empat bulan,” jelasnya.

Sementara untuk jenis lain seperti Anggrek Bulan, prosesnya bisa mencapai satu tahun, tergantung besar kecil tanamannya.

Selama pameran, Nawi Orchid selalu menjadi salah satu stan yang paling ramai dikunjungi.

Dalam sehari, mereka bisa menyiapkan ratusan tanaman anggrek untuk dijual.

“Kadang dua hari sekali kita tambah stok, tapi kalau lagi ramai bisa sampai dua kali sehari,” ujarnya.

Strategi Penjualan

Agar lebih praktis, semua tanaman dikemas rapi di dalam box agar tetap segar dan tidak bolak-balik dipindahkan.

Menariknya, pembeli anggrek di stan Pak Nawi bukan hanya kolektor, tapi juga pengusaha dan reseller.

“Reseller itu enak, karena kalaupun diambil, mereka pasti bayar. Kalau enggak ambil ya enggak apa-apa,” katanya.

Nawi Orchid Singosari, Pak Iwan, Langganan Dari 2019 Ikuti Pameran Anggrek Nasional
Stand Nawi Orchid tampak samping saat ramai pembeli. (Riznima Azizah Noer)

Ia sendiri dulu pernah menjadi reseller anggrek sebelum akhirnya terjun langsung menjadi produsen.

Pengalaman itu membuatnya paham betul akan jual-menjual tanaman hias lebih dalam.

“Awalnya kami membuat akun penjualan supaya orang percaya. Kita harus terlihat amanah. Terus kita ikut event seperti ini supaya konsumen enggak ragu,” ungkapnya.

Trend anggrek yang saat ini poupuler pun menjadi hal yang selalu ia ikuti. Saat ini, Anggrek Thailand sedang lagi naik daunnya.

“Kami suka menjual varian yang belum ada di Indonesia, supaya pembeli selalu penasaran dan kembali lagi,” ujarnya.

Dengan strategi itu, Nawi Orchid Singosari tak pernah sepi peminat.

Para pelanggan setia terus datang mencari jenis baru yang unik dan belum beredar luas di pasaran.

Pak Nawi mengungkapkan, sekitar 65 persen anggrek di Indonesia itu berasal dari Thailand, sementara anggrek lokal justru agak jarang ditemukan.

“Anggrek lokal itu kebanyakan sudah hybrid, hasil silangan. Jadi bisa dihitung lah jumlah aslinya,” katanya sambil menunjuk salah satu pot berisi anggrek lokal.

Dari reseller kecil hingga menjadi pemasok anggrek terbesar di Singosari.

Pak Nawi membuktikan bahwa cinta terhadap tanaman hias bisa tumbuh menjadi peluang besar untuk sukses di masa depan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *