Malanginspirasi.com – Malang Batik Festival 2025 kembali menghadirkan wadah bagi para pengusaha lokal batik.
Gunanya untuk memperkenalkan karya dan budaya batik khas Malang kepada masyarakat.
Acara ini berlangsung di Malang City Point dan menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Salah satunya adalah Batik Blimbing Malang, pelaku usaha batik yang konsisten menjaga kualitas, motif, dan filosofi khas Kota Malang.
Pemilik Batik Blimbing Malang, Aulya Rishmawati, menyatakan bahwa keikutsertaannya dalam festival ini merupakan suatu komitmen.
Yang tujuannya untuk memperkenalkan batik Malangan agar masyrakat semakin mengenal hasil karya lokal.
“Kami ingin mengenalkan produk-produk lokal kami, batik Malangan. Supaya lebih dikenal lagi, sekaligus memamerkan karya-karya dari pengrajin batik Malangan di sini,” ujarnya.
Media Promosi dan Jejaring
Usaha batik yang berdiri sejak tahun 2010 ini telah berpartisipasi dalam berbagai festival batik di beberapa daerah.
Bagi Aulya, partisipasinya dalam acara semacam ini bukanlah hanya sekedar pameran. Melainkan sarana promosi, transaksi, dan memperluas jejaring bisnis.

“Sudah berkali-kali kami mengikuti acara ini. Kalau usahanya kita kan mulai dari 2010. Sejak 2010 itu kami terus berusaha aktif di berbagai event untuk promosi, media transaksi, dan membangun jaringan usaha juga,” ungkapnya.
Menurut Aulya, antusiasme pengunjung terhadap Batik Blimbing Malang terus meningkat setiap tahunnya.
Ciri khas motif yang diangkat dari ikon-ikon Kota Malang menjadi daya tarik tersendiri untuk para pecinta batik.
“Alhamdulillah cukup antusias karena kami memang mengangkat produk-produk dengan ikon-ikon motif Kota Malang. Sudah pasti itu menjadi ciri khas khusus Kota Malang yang bisa kita kenalkan melalui batik,” ujarnya.
“Jadinya respon konsumen khususnya kalau di Batik Blimbing pasti nungguin motif-motif yang baru,” tambahnya.
Batik Blimbing Malang dikenal oleh masyarakat karena rutin meluncurkan motif-motif baru dengan tema berbeda tiap tahun. Untuk tahun 2025, mereka mengusung tema Batik Teratai.
Meskipun demikian, Aulya menegaskan bahwa mereka tetap mengembangkan berbagai motif lainnya. Sehingga, pembeli akan memiliki lebih banyak pilihan.

“Kalau temanya tahun ini, sebetulnya kita lebih ke motif teratai. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk produktivitasnya, kita tetap mengangkat motif-motif yang lain supaya macam-macam produknya,” tutur Aulya.
Filosofi Motif
Tidak hanya menonjolkan estetika saja, setiap motif Batik Blimbing Malang mengandung filosofi dan pesan yang menggambarkan nilai-nilai kehidupan masyarakat Kota Malang.
“Kalau filosofi itu pasti ya. Jadi di setiap motif-motifnya itu mengandung pesan dan makna tertentu. Karena kita ingin batik kita itu lebih eksklusif lagi, lebih bernilai,” katanya.
“Jadi setiap produknya mempunyai nilai dan makna yang pasti mengangkat tentang Kota Malang,” tambahnya.
Sebagai penutup, Aulya menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti Malang Batik Festival terus digelar secara rutin oleh berbagai lembaga.
Ia ingin batik khas Malang semakin dikenal oleh banyak orang, tidak hanya secara lokal saja tetapi juga di kancah internasional.
“Harapan kami acara-acara seperti ini terus diadakan baik dari berbagai lembaga karena butuh kita untuk selalu mempromosikan produk-produk batik Malangan.” ucapnya.
“Harapan kami juga produk batik kita tidak hanya melokal saja tapi bisa mendunia,” tutupnya.








