Festival Mbois Ke-10 Tegaskan Malang Kota Kreatif Dunia

Malanginspirasi.com – Kota Malang kembali menjadi sorotan melalui Festival Mbois ke-10. Tahun ini menjadi bagian dari Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 di MCC pada Kamis (6/11/2025).

Ketua Panitia ICCF 2025, Gedeon Soerja Ardi Nugraha, menjelaskan bahwa Malang terpilih menjadi tuan rumah karena dinilai memiliki potensi besar dalam bidang kreativitas.

“Kita ini kota talent, bukan kota wisata. Kita unggul di sumber daya manusianya. Karena itu, ICCN memilih Malang untuk mengaktifasi 17 subsektor ekonomi kreatif secara kolektif,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Kota Malang ditetapkan sebagai Kota Kreatif Dunia UNESCO di bidang Media Art.

Festival Mbois Ke-10 Tegaskan Malang Kota Kreatif Dunia
Gedeon Soerja Ardi Nugraha saat berbicara denagn awak media. (Riznima Azizah Noer)

Penghargaan ini merupakan hasil kerja yang cukup panjang dari komunitas kreatif yang tergabung dalam Malang Creative Fusion (MCF).

“Kolaborasi yang di Malang, kita bermunculnya dari MCF itu tadi. Kemudian kita mengaktifasi 17 subsektor secara kolektif yang difasilitasi gedung MCC ini oleh pemerintah,” tambahnya.

Inovasi Baru Media Art

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa program Media Art nantinya akan diawali dengan inovasi baru. Nantinya Kota Malang ini ditargetkan agar dapat menjadi center point di kota lain.

“Setelah ini, kita akan terus mengaktifasi program Media Art dengan inovasi baru. Targetnya, Malang Raya bisa jadi center point bagi kota lain untuk melihat potensi media art di Indonesia,” ungkapnya.

Festival Mbois Ke-10 Tegaskan Malang Kota Kreatif Dunia
Soesetyo Priharjanto, Eko Sri Yuliadi, Dadik Wahyu Chang (dari kiri ke kanan), saat berbicara dengan awak media. (Riznima Azizah Noer)

Selaras dengan itu, Dadik Wahyu Chang, salah satu koordinator MCF, menyampaikan bahwa perjalanan sepuluh tahun MCF telah menjadi bukti cinta mereka terhadap Kota Malang.

“MCF lahir dari semangat mencintai kota. Kami percaya kolaborasi, seperti lewat Festival Mbois ini, bisa jadi cara mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif,” tuturnya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut melahirkan tiga prinsip utama MCF yakni membersamai kota kita, mencintai kota, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi.

Baca Juga:

Malang Resmi Jadi Kota Kreatif Dunia 2025, Diakui UNESCO dengan Kategori Media Arts

Dukungan Sektor Lain

Dukungan lain juga datang dari sektor perbankan. CEO BNI, Soesetyo Priharjanto, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung industri kreatif hingga tingkat global.

“Kami juga sangat mendukung industri kreatif bahkan sampai mancanegara. Kita siap dukung dalam pembiayaan, pendampingan bahkan mencari pasar di dunia. Layaknya Amsterdam, London, dan Benua Eropa lainnya,” ujar Soesetyo penuh dukungan.

Festival Mbois Ke-10 Tegaskan Malang Kota Kreatif Dunia
Pemberian penghargaan oleh Eko Sri Yuliadi (batik) kepada para pelaku usaha kreatif. (Riznima Azizah Noer)

Sebagai penutup Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Malang, Eko Sri Yuliadi menyebutkan Malang berpotensi besar menjadi kota kreatif yang terbuka bagi dunia.

Ia menilai, kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif, pemerintah daerah, serta dukungan Wali Kota dan Wakil Wali Kota menjadi kunci inovasi dan kreativitas di Malang.

“Malang sangat berpotensi menjadi kota kreatif yang terbuka. Secara nasional dan internasional sudah terlihat kelayakannya, didukung kolaborasi pelaku ekonomi kreatif, pemerintah daerah, serta arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk terus berinovasi,” tutupnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *