Malanginspirasi.com – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) menjadi tuan rumah kegiatan tahunan Asosiasi Profesi Teknologi Agroindustri (APTA).
Kegiatan tahunan ini digelar bersamaan dengan International Conference on Sustainable Agroindustry and Innovative Technology (ICSAIT) 2025.
Acara ini melibatkan akademisi, peneliti, dan pelaku industri untuk saling berbagi pengetahuan dan inovasi di bidang agroindustri.
Kegiatan ini dilangsungkan di Auditorium Filkom UB, pada Rabu (12/11/2025).
Dr. Yuli Wibowo, STP., M.Si., selaku Ketua APTA, dari Universitas Jember, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan agenda rutin.
Tujuannya untuk perkuat jejaring keilmuan dan kolaborasi antarperguruan tinggi serta dunia industri.
“Tujuan utama kami adalah saling bertukar informasi, hasil riset, serta temuan inovatif yang bisa memperkuat sektor agroindustri di Indonesia,” ujarnya.
Tahun ini, sekitar 70 peserta hadir dalam konferensi yang diselenggarakan secara hybrid.
Meski bertepatan dengan banyaknya agenda akademik lain, ia menilai partisipasi peserta tetap representatif karena dihadiri berbagai pihak.
Diantaranya pihak dari kampus, lembaga penelitian, hingga sektor industri.

Dalam forum tersebut, APTA juga memperkenalkan buku panduan penyusunan kurikulum untuk Program Studi Teknologi Agroindustri.
Buku ini merupakan hasil kolaborasi berbagai universitas seperti Universitas Palangkaraya, Universitas Lampung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Jember, serta Universitas Brawijaya.
“Buku ini diharapkan bisa menjadi pedoman bagi program studi dalam merancang kurikulum yang terarah dan sesuai perkembangan industri,” ungkap Yuli penuh harap.
Selain peluncuran buku, konferensi ini juga menjadi momentum untuk membahas sistem akreditasi BAN-PT dan LAMPTIP.
Hingga kini masih menjadi perdebatan di antara program studi Teknologi Industri Pertanian.
Melalui diskusi ini, diharapkan lahir kesepahaman bersama agar pengembangan bidang agroindustri di Indonesia semakin terarah.
Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, APTA menegaskan posisinya sebagai wadah untuk membangun agroindustri nasional yang berdaya saing, berkelanjutan, dan berbasis ilmu pengetahuan.








