Malanginspirasi.com – Festival Al-Banjari dalam rangkaian Skamtech Days 2025 berlangsung penuh khidmat dan meriah pada hari Sabtu, (15/11/2025).
Lomba yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menghadirkan penampilan maksimal dari setiap peserta tingkat SMP/MTs.
Salah satunya berasal dari MTs Almaarif Singosari yang tampil penuh penghayatan di tengah suasana hujan gerimis menjelang waktu Asar.
Ketua panitia, Hadi Kuncoro, menuturkan bahwa acara ini selain menjadi ajang perlombaan untuk anak-anak SMP/MTs, juga menjadi sarana pengenalan atau promosi sekolah SMK tersebut.
Acara dibuka dengan peserta pertama dari SMP Kartika 4-8 Malang. Setiap grup terdiri dari 10 orang, dengan formasi 5 pemain terbang di barisan belakang, 1 vokalis utama, serta 4 backing vokal di barisan depan.
Formasi ini menjadi standar festival untuk menampilkan kekompakan, harmonisasi shalawat, dan teknik pukulan yang seragam dan indah.

Selama kegiatan berlangsung, panitia memberikan waktu khusus untuk istirahat ketika memasuki salat Dzuhur dan Asar.
Waktu istirahat diberikan agar seluruh peserta, panitia, juri, dan penonton dapat melaksanakan ibadah dengan tertib dan khusyuk.
Hal ini menunjukkan bahwa Skamtech Days 2025 tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai religius.
Penampilan MTs Almaarif dan Suasana Syahdu Hujan
Salah satu momen paling berkesan terjadi saat MTs Almaarif Singosari tampil. Hujan gerimis yang turun menjelang Asar menghadirkan suasana syahdu.
Membuat penampilan shalawat terasa lebih mendalam dan mendapatkan perhatian besar dari para penonton.
Setelah selesai tampil, para peserta diberikan konsumsi berupa roti dan minuman untuk memberikan semangat setelah tampil.

Pelaksanaan lomba dinilai oleh tiga juri profesional, masing-masing menilai aspek vokal, adab, dan teknik terbang.
Dengan pembagian tugas tersebut, penilaian berlangsung lebih objektif dan komprehensif untuk menentukan peserta terbaik.
Ketua panitia, Hadi Kuncoro, menyampaikan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi pada tahun ini. “Acara ini dihadiri oleh 33 peserta,” ujarnya, menegaskan betapa besar minat pelajar dalam mengikuti kompetisi seni Islami tersebut.
Sementara itu, Lukman, selaku penonton sekaligus pendamping peserta, memberikan apresiasi besar terhadap kemegahan acara.
“Acara ini sangat mewah dengan panggung tinggi yang dihiasi lampu serta umbul-umbul bergambar Presiden Sukarno yang menambah keindahannya,” ungkapnya.
Penampilan Tuan Rumah dan Pengumuman Juara
Setelah peserta terakhir selesai tampil dan menunggu keputusan dewan juri, penonton disuguhkan penampilan dari grup hadrah anak-anak SMK Almaarif Singosari selaku tuan rumah.

Di penghujung kegiatan Festival Al-Banjari Skamtech Days, pengumuman juara dibacakan, yaitu:
Juara 1: Madrasah PIQ BA Al Murtadho dengan nilai 91,75
Juara 2: SMP Assa’idiyah Kepanjen dengan nilai 90,5
Juara 3: SMPN 04 Kepanjen dengan nilai 90,25
Juara Harapan 1: Yayasan Pondok Modern Al Rifa’ie dengan nilai 90
Juara Harapan 2: MTs Tribakti dengan nilai 90
“Pada juara harapan 1 dan 2 terdapat kesamaan total nilai yakni 90. Nilai vokal menjadi acuan juri untuk menentukan posisi, yaitu nilai vokal 35,50 untuk Al Rifa’ie dan 33,75 untuk Tribakti. Karena itu, juara harapan 1 diberikan kepada Al Rifa’ie,” ujar panitia.
Festival Al-Banjari Scamtech Days 2025 membuktikan bahwa seni hadrah tetap hidup di hati generasi muda.
Dengan dukungan penuh sekolah dan peserta, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Tetapi juga wadah mempererat ukhuwah dan melestarikan tradisi shalawat di tengah perkembangan zaman.








