Malanginspirasi.com – Mahasiswa Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2023 menyelenggarakan Physiotherapy Educational Talk bertema “Silent Signal: What Your Body Tells You Before Injury Happens.”
Forum ini bertempat di Ruang 601, Lantai 5, GKB 5 UMM, pada Rabu (19/11/2025).
Seminar ini fokus mengedukasi pelajar, mahasiswa, atlet, dan pegiat hobi olahraga mengenai pentingnya pencegahan dan penanganan dini cedera.
Khususnya yang marak terjadi pada tren olahraga lari, pilates, tenis, dan padel.
Implementasi Mata Kuliah
Acara yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 12.00 WIB ini merupakan implementasi nyata dari mata kuliah Project Based Learning (PjBL) mahasiswa Fisioterapi UMM.
Kegiatan ini bertujuan mengasah kemampuan komunikasi dan penyusunan materi ilmiah.
Selain itu juga untuk menegaskan peran krusial fisioterapi sebagai sumber informasi kesehatan gerak yang valid.

”Tujuan utama kegiatan ini ganda. Pertama, ini adalah implementasi PjBL bagi kami mahasiswa Fisioterapi UMM angkatan 2023. Gunanya untuk memperkuat skill komunikasi dan edukasi ilmiah,” ujar Ketua Panitia, Ilma Shabhati.
“Kedua, yang paling penting, adalah memberikan edukasi langsung kepada masyarakat dan pegiat olahraga mengenai betapa krusialnya memahami sinyal dini sebelum cedera terjadi. Juga menjaga fungsi gerak tubuh, sekaligus menegaskan bahwa fisioterapi adalah sumber informasi kesehatan gerak yang valid,” jelasnya.
Minimnya pemahaman tentang penanganan cedera yang efektif di kalangan pelaku olahraga menjadi dasar kuat diselenggarakannya seminar ini.
Materi disajikan langsung oleh empat mahasiswa Fisioterapi UMM angkatan 2023, diantaranya;
• Janurian Radinsa Takorneba: Membawakan materi tentang Dismenore (nyeri haid).
• Resty Leisya Dewi: Memaparkan Konsep Cedera.
• Mohammad Na’im Firmasyah: Menyampaikan Mitos dan Fakta Massage Saat Cedera.
• Zyahra Auraliza Syahputri: Melakukan Simulasi Penanganan Awal Cedera.
Seluruh rangkaian acara, termasuk sesi materi dan praktik berdurasi 20-30 menit, dirancang dan dilaksanakan sepenuhnya oleh mahasiswa.
Menunjukkan kesiapan mereka sebagai calon agen perubahan yang kompeten.

”Mengingat tren olahraga seperti lari, pilates, dan tenis sedang sangat digemari berbagai kelompok usia, pemahaman tentang pencegahan cedera masih minim,” katanya.
“Seminar ini menjadi kesempatan krusial bagi kami untuk menyajikan edukasi yang didukung oleh dasar keilmuan yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Agenda Rutin
Menanggapi tingginya animo peserta dan pentingnya edukasi ini, pihak penyelenggara berencana menjadikan Physiotherapy Educational Talk sebagai agenda tahunan yang rutin.
Sebagai tindak lanjut, Departemen Muskuloskeletal Fisioterapi UMM menargetkan perluasan cakupan acara di masa depan.
Rencana ini termasuk pelibatan alumni dan profesional dari berbagai institusi.
Juga serta menjalin kolaborasi dengan sekolah, pelaku industri olahraga, dan institusi kesehatan.
Seluruh peserta yang hadir pada acara ini juga langsung menerima sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.








