Malanginspirasi.com – Departemen Desain Grafis Vokasi Universitas Brawijaya kembali menggelar Malang Art & Design Festival (MADFEST).
Sebuah ruang seni dan desain tahunan yang menjadi ruang kolaborasi kreatif bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Tahun ini, MADFEST berlangsung pada 24–26 November 2025 di Gedung Samantha Krida UB, menampilkan berbagai karya visual, workshop, hingga penampilan seni dari para talent.
Ketua Pelaksana MADFEST 2025, Sarah Ayatilla Zakiya, menjelaskan bahwa awalnya festival ini merupakan program kerja besar dari Himpunan Mahasiswa Desain Grafis Vokasi UB.

Kegiatan MADFEST sudah digelar sejak lama, namun sempat terhenti saat pandemi Covid-19.
“MADFEST ini sebenarnya sudah sejak lama, namun sempat terhenti karena badai COVID-19, akhirnya 2022 atau 2023 kami mulai aktif lagi, dan setiap tahun temanya selalu berbeda,” ujarnya pada Selasa (25/11/2025).
Tema Nusantara
Tahun 2025 ini, panitia mengusung tema “Paradoks Nusantara,” yang terinspirasi dari berbagai dinamika sosial yang terjadi di Indonesia.
Baca Juga:
Pameran Instalasi Lukisan Batik Bertema Zodiak di UB, Sosok Perempuan Jadi Sumber Inspirasi
Sarah menjelaskan bahwa tema ini dipilih karena Indonesia adalah negeri dengan potensi besar, namun juga memiliki sisi sisi kontroversial yang tidak bisa diabaikan.
“Kita tahu nusantara itu kaya dan indah, tapi masih banyak rekam jejak yang buruk. Lewat pameran ini kami ingin menampilkan harapan sekaligus kenyataan. Ini seperti melihat ‘dosa’ dan ‘harapan’ yang bisa berubah kalau kita mau berbenah,” jelasnya.

MADFEST 2025 menghadirkan rangkaian kegiatan yang cukup beragam.
Salah satunya adalah lomba desain untuk siswa SMA dan SMK, dengan juri dari kalangan dosen yang telah memiliki akreditasi dan kredibilitas di bidang desain grafis.
Selain itu, terdapat pula submission karya untuk umum, di mana hasil karya yang lolos kurasi kemudian dipamerkan dan dinilai oleh pengunjung melalui voting untuk menentukan karya terfavorit.
“Kalau untuk submission karya itu dikurasi dulu sama dosen kami. Lalu kami ingin melibatkan masyarakat secara langsung. Jadi ada voting pengunjung untuk memilih karya favorit,” tambah Sarah.
Agenda Seni
Selain pameran, MADFEST 2025 juga mengadakan talk show, termasuk sesi spesial bersama kru film animasi Jumbo.
Kegiatan lain mencakup workshop embroidery (menyulam), serta berbagai art performance, mulai dari tari, dance, musik band, hingga pertunjukan seni dari mahasiswa UB.

Sarah menambahkan bahwa setiap tahun, format acara tetap mencakup talk show, workshop, dan talent performance.
Namun yang selalu berbeda adalah jenis karya dan media interaktif yang disiapkan panitia.
“Setiap tahun permainan interaktifnya baru. Pengunjung bisa mencoba pengalaman berbeda setiap datang ke pameran,” ujarnya.
Tahun ini, MADFEST menampilkan lebih dari 200 karya dari peserta internal maupun eksternal.

Sekitar 100 karya berasal dari mahasiswa Vokasi UB, sedangkan 100 lainnya berasal dari peserta umum.
Ragam karya yang dipamerkan meliputi poster, komik, karya 3D, lukisan, video mapping, fotografi, dan berbagai media visual lainnya.
Sarah berharap MADFEST dapat semakin berkembang dan dikenal lebih luas oleh masyarakat.
“Semoga setiap tahun pengunjungnya semakin banyak. Kami ingin karya karya ini didengar, karena kalau tidak bisa berpendapat secara lantang, kita bisa beropini lewat karya,” tutupnya.








