Malanginspirasi.com — Pameran Kriya dan Fashion Nusantara dalam rangkaian acara Iki Malang Ker! 2025 resmi digelar di Taman Krida Budaya Malang, Sabtu (29/11/2025).
Acara ini menghadirkan puluhan pelaku UMKM dari berbagai sektor.
Ketua pelaksana sekaligus Ketua UMKM Kota Malang, Ciciel Sri Rejeki, menjelaskan bahwa tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua.
Yang kembali dihadirkan sebagai upaya memperkuat eksistensi produk UMKM Kota Malang di tengah masyarakat.
Acara yang berlangsung pada 29–30 November ini dibuka sejak pukul 07.00 hingga 22.00, menghadirkan beragam produk dari total 80 tenant.
Jumlah tersebut terdiri dari 40 stan kuliner serta 40 tenant kriya dan fashion. Seluruhnya menampilkan kreativitas dan kearifan lokal Arek Malang yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
“Konsepnya memang selalu melibatkan UMKM. Mereka perlu ruang untuk memperkenalkan produknya supaya orang Malang tahu bahwa produk ini memang enak, bagus, dan layak,” jelas Ciciel.

Rupa Berbeda
Berbeda dengan tahun sebelumnya yang fokus pada pertunjukan seni tradisional seperti barongsai dan ludruk, Iki Malang Ker! 2025 kini mengusung konsep panggung yang lebih dinamis.
Panitia menghadirkan beragam lomba komunitas, mulai dari lomba tembang kenangan, cosplay, hingga tari nusantara.
Selain sebagai hiburan, konsep ini menjadi strategi menarik lebih banyak pengunjung serta memperluas kolaborasi dengan berbagai komunitas di Malang.
Baca Juga:
ICCF 2025 Dorong UMKM dan Pelaku Kreatif Lokal untuk Terus Berinovasi dan Berjerjaring
“Kita ingin berkolaborasi dengan banyak komunitas. Makanya tahun ini banyak lomba. Tahun lalu konsepnya pertunjukan, sekarang berbeda lagi. InsyaAllah nanti Iki Malang Ker! yang ketiga konsepnya juga akan berbeda,” ungkapnya.
Selain itu, Ciciel menegaskan bahwa acara ini menjadi momentum penting bagi para pelaku UMKM untuk “keluar kandang” dan memperluas pasar.
Menurutnya, tanpa tampil langsung di ruang publik, masyarakat tidak akan sepenuhnya mengetahui kualitas dan keunggulan produk UMKM Malang yang sebenarnya memiliki daya saing tinggi.

Ciciel menyampaikan bahwa acara ini juga menjadi momentum penting bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar.
Sekaligus menjaga perputaran ekonomi mereka di tengah kondisi yang belum stabil.
“Kalau diam saja, mereka tidak punya pasar baru. Acara seperti ini membantu perekonomian UMKM tetap bergerak,” jelasnya.
Terkait lokasi penyelenggaraan, Ciciel mengakui adanya perbedaan atmosfer dibanding tahun sebelumnya di depan Balai Kota Malang.
Meskipun kunjungan pada pagi hari belum seramai tahun lalu, ia optimistis jumlah pengunjung akan meningkat pada sore hingga malam hari.
Dikarenakan Taman Krida Budaya menjadi salah satu titik keramaian mahasiswa dan masyarakat.
Di akhir, Ciciel berharap pemerintah daerah dapat memberi dukungan lebih. Terutama terkait penyediaan lokasi strategis untuk penyelenggaraan event UMKM di masa mendatang.
“Semoga ke depannya pemerintah bisa memfasilitasi, minimal lokasi. Tempat itu berpengaruh besar untuk jumlah pengunjung. Tapi sejauh ini kami siap berkolaborasi dengan siapa pun,” tutupnya.








