Acara Anugerah Sabda Budaya Meriahkan Dies Natalis FIB UB

Malanginspirasi.com – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya (UB) merayakan Dies Natalis ke-16 yang dirangkaikan dengan penyelenggaraan Anugerah Sabda Budaya (ASB) ke-7.

Acara ini bertema “Samadya Danasmara Manunggal Rasa,” yang mengajak seluruh sivitas akademika untuk menyatukan rasa dalam merawat dan mengembangkan kebudayaan Nusantara.

Dekan FIB UB, Sahiruddin, S.S., M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa ASB telah menjadi tradisi tahunan khas FIB sejak 2018.

Setelah sempat terhenti pada 2021 karena pandemi, tahun ini ASB kembali hadir sebagai penyelenggaraan yang ketujuh.

Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting untuk mengapresiasi para pelaku budaya sekaligus memperkuat komitmen FIB dalam pelestarian budaya.

“Fakultas Ilmu Budaya adalah salah satu tonggak penting di UB dalam tugas mengembangkan dan melestarikan kebudayaan. Mari kita dukung bersama agar kontribusi FIB semakin berdampak,” ujar Sahiruddin di Aula FIB UB.

Perkembangan FIB UB

Sahiruddin juga menyampaikan perkembangan FIB dalam beberapa tahun terakhir.

Acara Anugerah Sabda Budaya Meriahkan Dies Natalis FIB UB
Dekan FIB UB, Sahiruddin, saat berbicara dengan awak media. (Djoko W)

Saat ini, seluruh 10 program studi di FIB telah meraih akreditasi unggul dan beberapa di antaranya bahkan terakreditasi internasional.

FIB mendapatkan amanah besar untuk memperkuat peran dalam soft diplomacy Indonesia melalui pengembangan industri berbasis budaya.

Hal ini diwujudkan lewat pendirian Rumah Budaya Indonesia di dua universitas di Tiongkok diantaranya Tianjin Foreign Studies University serta Guangxi Normal University.

Selain itu, FIB juga mengembangkan UKBIPA pusat uji kemampuan bahasa Indonesia untuk penutur asing, khususnya penutur bahasa Mandarin.

Upaya internasionalisasi budaya ini turut diperkuat dengan pengiriman dosen Bahasa Indonesia untuk mengajar di Tiongkok selama dua tahun terakhir.

Baca Juga:

FIB UB Resmikan ‘Batikpedia,’ Platform Guna Lestarikan Batik Jawa Timur

Di bidang pelestarian berbasis digital, FIB terus berinovasi melalui program seperti Brawijaya Corpora Project, Batikpedia, serta GenBatik berbasis AI.

Program-program tersebut menggabungkan warisan budaya dengan teknologi agar dapat dikenal lebih luas, termasuk di tingkat internasional.

“Program Brawijaya Corpora Project, Batikpedia, dan GenBatik AI juga menjadi bentuk pelestarian budaya dari UB. Ini adalah usaha untuk menjadikan aspek budaya lebih digital dan bisa dibawa ke luar negeri,” tambahnya.

Disisi lain Koordinator ASB sekaligus Ketua Dewan Kurator, Yohanes Padmo Adi Nugroho, menjelaskan bahwa proses kurasi penerima ASB tahun ini berlangsung cukup panjang.

Tim kurator berdiskusi mendalam sebelum akhirnya menentukan tiga tokoh yang dinilai paling layak menerima penghargaan.

Acara Anugerah Sabda Budaya Meriahkan Dies Natalis FIB UB
Yohanes Padmo Adi Nugroho saat berbicara dengan awak media. (Djoko W)

“Setelah proses panjang tim kurator berkumpul dan berdiskusi, kami memutuskan dengan bulat bahwa tiga nama ini adalah yang paling layak menerima ASB tahun ini,” ujarnya.

ASB diberikan kepada tiga kategori, dengan indikator penilaian berdasarkan moto FIB yang unggul dan berdampak, baik bagi masyarakat luas maupun bagi FIB melalui kerja sama berkelanjutan.

Penerima Anugerah Sabda Budaya 2025:

1. Kategori Sastra: Tengsu Cahyono yakni penyair, cerpenis, sekaligus penemu genre baru bernama pentigraf.

2. Kategori Seni Tradisi (Tari): Winarto Ekram yakni pengembang genre tari baru seperti drama tari, sendratari, dan teater tari; juga pendiri sekolah tari dan pengembang kostum tari.

3. Kategori Seni Rupa: Dadang Rukmana yakni seniman dengan teknik seni rupa khas yang menjadi identitas karyanya.

Sebagai penutup, Rektor UB, Prof. Widodo, menekankan FIB, memiliki peran penting dalam membangun ekosistem budaya yang sehat.

Menurutnya, pemahaman budaya tidak hanya memperkuat identitas, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjadi sarana diplomasi di tingkat global.

“Budaya budaya ini adalah kekuatan kita. Pemahaman yang kita miliki tentang budaya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjadi bagian dari diplomasi kita ke masyarakat global,” tutupnya.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *