Pembukaan Kontes Kapal Indonesia dan Abdidaya Ormawa, UMM Jadi Pusat Inovator Muda

Malanginspirasi.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah atas pembukaan Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 pada Kamis (4/12/2025) di Dome UMM.

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan di bidang teknologi maritim.

Selain itu, acara ini juga menunjukkan bahwa UMM sebagai tuan rumah sudah menyediakan fasilitas yang memenuhi standar nasional.

UMM Bersinergi

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UMM, Dr. Nur Subeki, S.T., M.T., menegaskan bahwa penyelenggaraan dua agenda besar.

Menjadi bukti bahwa UMM mampu bersinergi dengan berbagai bidang kompetisi.

Ia menjelaskan bahwa setiap pergantian kepemimpinan nasional biasanya diikuti dengan optimalisasi pembukaan anggaran. Sehingga kementerian menginginkan pola kompetisi yang saling mendukung.

“Ketika pergantian kepemimpinan diikuti adanya optimalisasi pembukaan anggaran. Oleh sebab itu Pak Menteri menghendaki ada pola kompetisi yang sinergi. Maka di UMM inilah satu satunya sinergi antara bidang kegiatan yang berbeda,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin masa depan.

“Tagline kami adalah UMM dari Muhammadiyah untuk bangsa. Dengan menghadirkan tagline Student Today, Leaders Tomorrow,” tambahnya.

Pembukaan Kontes Kapal Indonesia dan Abdidaya Ormawa, UMM Jadi Pusat Inovator Muda
Nur Subeki saat memberikan sambutan atas pembukaan KKI dan Abdidaya Ormawa UMM. (Riznima Azizah Noer)
Kompetisi UMM

UMM sendiri juga ikut berkompetisi dalam KKI ini melalui Lembaga Semi Otonom Mekatronic.

Tim ini membawa dua kapal andalan yakni Sangkaling Evo 6 untuk kategori Fuel Engine Remote Control (FERC) dan Boeing Mary Evo 5 untuk kategori Electric Remote Control (ERC).

Persiapan jelang kompetisi ini membutuhkan waktu 6 bulan secara penuh.

Devany Aurellia Putri Setiawan, mahasiswa Teknik Industri UMM, menyampaikan bahwa tim sudah menyusun desain dan perencanaan bahkan sebelum regulasi perlombaan turun.

“Tim UMM ini sudah menyiapkan dari enam bulan sebelum lomba, mulai dari desainnya. Sebelum turun regulasi pun kami sudah bikin planning planning ke depan,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan tantangan saat uji coba kapal.

Artikel Terkait:

UMM Siap Sambut Ribuan Peserta Kontes Kapal Indonesia dan Abdidaya Ormawa 2025

“Kalau nabrak kan ada kemungkinan tenggelam, jadi mesin mesinnya harus di-repair dan di upgrade lagi,” jelasnya.

Devany berharap usaha panjang timnya bisa membuahkan hasil terbaik.

Kategori IDK

Selain lomba kapal cepat, terdapat juga cabang kompetisi Inovasi Desain dan Konstruksi (IDK). Pada kategori ini, peserta harus merancang kapal berdasarkan pendekatan Desain Konstruksi Kapal (DKK).

Prosesnya meliputi konsep awal, desain awal, desain kontrak, sampai desain detail.

Penilaian mencakup sistem konstruksi memanjang, melintang, hingga campuran, serta pemahaman struktur kapal seperti lunas, pelat alas, dan penumpu.

Lomba ini menuntut ketelitian tinggi agar kapal yang dirancang tidak hanya kuat, tetapi juga aman dan sesuai standar.

Dalam Abdidaya Ormawa, mahasiswa dari Universitas Hasanuddin (UNHAS) turut memaparkan program pengabdian masyarakat yang dibawa ke ajang ini.

Mereka menghadirkan tiga tim, yaitu tim Desa Wisata di Sopeng, tim Sanggar Tani Muda di Maros, serta tim Smart Farming di Maros.

Wadah Tridharma Perguruan Tinggi
Pembukaan Kontes Kapal Indonesia dan Abdidaya Ormawa, UMM Jadi Pusat Inovator Muda
Perwakilan dari Universitas Hasanuddin Raihan (kanan) dan Husnul Mubarak (kiri). (Rafi)

Salah satu perwakilan mahasiswa UNHAS, Raihan, menjelaskan bahwa PPK Ormawa menjadi wadah untuk mewujudkan tridharma perguruan tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Masih banyak desa yang menghadapi berbagai masalah. Dari situ kami hadir untuk survei, merumuskan, dan menghadirkan inovasi yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Dosen Pembimbing UNHAS, Husnul Mubarak, menambahkan bahwa kampus mereka terus memperkuat dukungan terhadap prestasi mahasiswa melalui direktorat khusus yang menangani bakat dan kompetisi.

Dalam PPK Ormawa, para dosen aktif mendampingi mahasiswa mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan program, hingga persiapan untuk kompetisi Abdidaya.

“Kami melakukan coaching pembuatan poster, video, sampai latihan presentasi,” jelasnya.

Melalui acara ini, UMM tidak hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga ruang bagi para mahasiswa Indonesia untuk berinovasi, bertanding, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *