Book Tour Henry Manampiring di Malang: Novel ‘Filsafat Punya Bakat’ Disambut Antusias Pembaca

Malanginspirasi.com — Penulis mega best seller Filosofi Teras, Henry Manampiring, kembali menyapa para pembacanya dalam rangkaian book tour novel terbarunya ‘Filsafat Punya Bakat.’

Acara yang digelar di Gramedia Kayutangan pada Jumat (12/12/2025) ini disambut antusias oleh pengunjung, terutama mahasiswa dan Gen Z.

Dalam kesempatan tersebut, Henry menjelaskan bahwa ‘Filsafat Punya Bakat,’ yang diterbitkan oleh Noura Books, berbeda dari karya sebelumnya karena ditulis dalam format novel fiksi.

Meski demikian, isinya tetap kaya wawasan karena menghadirkan tokoh-tokoh filsuf nyata.

“Filsafat Punya Bakat adalah novel fiksi. Tetapi menghadirkan tokoh-tokoh filsuf yang beneran pernah ada. Ada dua belas orang dengan rentang dari 2.500 tahun yang lalu, mulai dari Socrates, Aristoteles, filsuf Arab, sampai filsuf Eropa,” jelas Henry.

Pertahankan Gaya Khas Manampiring

Novel ini tetap menggunakan gaya khas Manampiring yang ringan, humoris, dan mudah dipahami.

Ia menambahkan bahwa konsep bukunya sedikit mirip ‘Dunia Sophie,’ tetapi dikemas dengan pendekatan berbeda.

Salah satu rangkaian book tour novel Filsafat Punya Bakat yang diselenggarakan di Gramedia Kayutangan, Malang. (Anggraeni Juwita)

“Kalau ‘Dunia Sophie’ itu fiksi banget. Kalau ini saya kemas seolah-olah seperti acara reality show, seperti pencarian bakat. Makanya judulnya Filsafat Punya Bakat,” ujarnya.

Konsep Bakat dalam Filsafat

Judul novel yang unik ini bukan tanpa alasan. Henry menjelaskan bahwa “bakat” dalam konteks filsafat adalah metafora tentang cara para filsuf memandang dunia.

“Saya melihat setiap filsuf ini punya bakat dalam tanda kutip. Cara mereka melihat manusia, cara mereka melihat masalah itu seperti bakat tersendiri,” katanya.

Dalam konteks buku tersebut, “bakat” dipakai untuk menggambarkan keunikan cara berpikir para filsuf.

Setiap tokoh membawa sudut pandang khas dalam memahami manusia dan persoalan kehidupan. Sehingga pendekatan mereka terhadap masalah terasa seperti “bakat” yang membedakan satu filsuf dengan lainnya.

Antusiasme Gen Z di Malang
Book Tour Henry Manampiring di Malang: Novel “Filsafat Punya Bakat” Disambut Antusias Pembaca
Para pembaca yang hadir dalam rangkaian book tour novel Filsafaf Punya Bakat. (Anggraeni Juwita)

Kunjungan kali ini bukan kali pertama Henry hadir di Malang. Ia mengaku selalu terkesan dengan semangat masyarakat, terutama generasi muda.

“Saya selalu suka ke Malang karena antusiasmenya luar biasa,” ujarnya.

Menurut Henry, meningkatnya ketertarikan terhadap stoikisme dan filsafat di kalangan Gen Z merupakan perkembangan positif, meski sebagian mengenalnya lewat tren.

Harapan untuk Literasi dan Filsafat
Book Tour Henry Manampiring di Malang: Novel “Filsafat Punya Bakat” Disambut Antusias Pembaca
Henry Manampiring melakukan sesi tanda tangan buku para pembaca usai gelaran book tour di Gramedia Kayutangan, Malang. (Anggraeni Juwita)

Menutup sesi wawancara, Henry menyampaikan harapannya terhadap perkembangan literasi dan minat terhadap filsafat di Indonesia.

Ia optimistis setelah melihat data BPS tahun 2024 yang menunjukkan angka minat baca mencapai 72,44, dengan kontribusi terbesar berasal dari Gen Z.

“Harapan saya, baca apa saja dulu. Jangan terlalu membatasi jenis bacaan. Kalau tertarik pada filsafat, mulai dari buku yang mudah seperti ‘Dunia Sophie’ atau ‘Filsafat Punya Bakat,’” pungkasnya.

Henry berharap buku terbarunya dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk semakin mencintai dunia filsafat dan literasi secara umum.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *