Rayakan Hari Jadi Kabupaten Malang, Festival Kepandjen Djaman Mbiyen Hidupkan Nuansa Tempo Dulu

Malanginspirasi.com – Ratusan warga dari berbagai wilayah memadati Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, untuk mengikuti gelaran Festival Kepandjen Djaman Mbiyen yang diselenggarakan 5 hingga 14 Desember untuk memperingati Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang.

Acara ini menjadi ruang untuk bernostalgia sekaligus sarana edukasi budaya yang mengajak masyarakat kembali menelusuri jejak sejarah dan kehidupan masa lampau di Kepanjen.

Sejak memasuki area stadion, pengunjung disuguhi suasana tempo dulu yang kental.

Tarik Balik Suasana Tempo Dulu

Berbagai sudut festival menampilkan gambaran kehidupan masyarakat Kepanjen pada masa lalu.

Mulai dari aktivitas ekonomi di pasar tradisional, hingga ragam budaya yang dahulu menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

Konsep ini membuat pengunjung seolah diajak “pulang” ke masa lalu, mengenang akar budaya yang menjadi fondasi Kabupaten Malang hingga saat ini.

Rayakan Hari Jadi Kab Malang, Festival Kepandjen Djaman Mbiyen Hidupkan Nuansa Tempo Dulu
Ratusan pengunjung yang memadati Festival Kepandjen Djaman Mbiyen. (Riznima Azizah Noer)

Salah satu daya tarik utama festival ini adalah deretan stand bernuansa jadul yang dihadirkan oleh kecamatan se-Kabupaten Malang.

Stand stand tersebut dikemas secara kreatif dan estetik, sehingga menarik perhatian pengunjung. Terutama generasi muda yang gemar mengabadikan momen melalui foto dan video untuk media sosial.

Selain wisata visual, festival ini juga menjadi surga kuliner bagi masyarakat.

Beragam produk UMKM lokal hadir menawarkan jajanan tradisional, kuliner viral, hingga obral durian yang ramai diserbu pecinta buah.

Kehadiran bazar UMKM ini tidak hanya memanjakan lidah pengunjung, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Rayakan Hari Jadi Kab Malang, Festival Kepandjen Djaman Mbiyen Hidupkan Nuansa Tempo Dulu
Hiburan musik yang melengkapi kemeriahan acara Festival Kepandjen Djaman Mbiyen. (Riznima Azizah Noer)

Hiburan seni turut melengkapi kemeriahan acara. Pengunjung dihibur dengan alunan musik orkes jadul, keroncong, hingga campursari religi yang semakin memeriahkan acara.

Bukan Hanya Sekedar Hiburan

Seorang pedagang gulali jadul, Pacul, menyampaikan bahwa festival ini memiliki makna lebih dari sekadar hiburan.

“Ini bukan hanya perayaan, tapi sekaligus edukasi kepada masyarakat semakin mencintai budaya dan sejarahnya sendiri,” ujarnya pada Sabtu (13/12/2025).

Ia juga berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian warga.

Rayakan Hari Jadi Kab Malang, Festival Kepandjen Djaman Mbiyen Hidupkan Nuansa Tempo Dulu
Sosok Pedagang gulali jadul, Pacul, bersama dagangannya. (Riznima Azizah Noer)

“Semoga Kepanjen ke depannya semakin baik, dan Pemerintah Kabupaten Malang bisa lebih mendukung UMKM kecil agar ikut menggerakkan ekonomi kabupaten malang,” tambahnya.

Melalui Festival Kepandjen Djaman Mbiyen, Kabupaten Malang tidak hanya merayakan usia yang panjang.

Tetapi juga menegaskan bahwa di tengah pesatnya perkembangan zaman, nilai sejarah dan budaya lokal tetap layak dijaga, dirawat, dan dibanggakan bersama.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *