MGMP Guru Seni Kota Malang Gelar Pagelaran Musik, Tari, dan Rupa Bertema Metamorfosa

Malanginspirasi.com – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya dan Prakarya Kota Malang menggelar Pagelaran Musik dan Tari Guru Seni Kota Malang dengan tema ‘Metamorfosa: Transformasi di Luar Batas’.

Kegiatan ini dibuka untuk umum dan berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu, 16–17 Desember 2025.

Lokasinya di Multi Purpose Area lantai 4 Malang Creative Centre (MCC).

Pagelaran ini diikuti oleh perwakilan SMP Negeri 1 hingga SMP Negeri 30 Kota Malang. Siswa SMP swasta pun turut hadir, salah satunya adalah SMP Gracia Nusantara.

MGMP Guru Seni Kota Malang Gelar Pagelaran Musik, Tari, dan Rupa Bertema Metamorfosa
Suasana di dalam pameran Metamorfosa, para siswa dan guru antusias mengapresiasi karya. (Ananda Putri Noviana)
Ruang Ekspresi dan Sosialisasi

Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi sekaligus ajang silaturahmi bagi guru seni dan prakarya se-Kota Malang.

Ketua pelaksana kegiatan, Azizil Alim, S.Pd., menjelaskan bahwa pagelaran ini memiliki tujuan utama untuk memberikan apresiasi terhadap karya seni yang dihasilkan para guru.

“Kegiatan ini kami rancang sebagai bentuk apresiasi terhadap karya seni, baik seni rupa, seni musik, maupun seni tari. Selain itu, kami ingin membuktikan kepada para siswa bahwa guru mereka juga mampu menghasilkan dan menampilkan karya seni yang luar biasa,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Lebih lanjut, Azizil menegaskan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mempererat tali silaturahmi antar guru seni budaya dan prakarya di Kota Malang.

MGMP Guru Seni Kota Malang Gelar Pagelaran Musik, Tari, dan Rupa Bertema Metamorfosa
Azizil Alim، ketua pelaksana kegiatan pagelaran seni, saat berbicara dengan wartawan Malang Inspirasi. (Ananda Putri Noviana)
Pemilihan Tema ‘Metamorfosa’

Tema ‘Metamorfosa’ terinspirasi dari siklus hidup capung yang melambangkan kebersihan lingkungan.

Azizil berharap tema ini menjadi simbol bagi guru dan siswa untuk mencintai seni sekaligus peduli terhadap lingkungan.

Salah satu penampilan utama adalah tari Rengku Aksara. Ini merupakan karya guru seni budaya Kota Malang yang meraih Juara Harapan Kedua dalam Peringatan Hari Guru Nasional di Surabaya.

Tari ini ditata oleh Ilung dari SMP Negeri 5 Malang dan dibawakan oleh penari dari berbagai sekolah.

MGMP Guru Seni Kota Malang Gelar Pagelaran Musik, Tari, dan Rupa Bertema Metamorfosa
Pertunjukan musik oleh grup band dari MGMP Seni Budaya dan Prakarya Kota Malang. (Ananda Putri Noviana)
Penampilan Khusus Band MGMP

Pagelaran ini juga menampilkan Band Guru MGMP Seni Budaya yang membawakan lagu daerah hingga lagu populer lintas generasi.

Lagu-lagu yang dibawakan antara lain Cublak-Cublak Suweng, Rek Ayo Rek, Soleram, Apuse, hingga lagu populer seperti Sinaran (Sheila Majid), Cinta (Vina Panduwinata), Kopi Dangdut (Vita Alvia), dan Terbuang dalam Waktu (Barasuara).

Meskipun latihan terbatas karena kesibukan mengajar, penampilan band tetap harmonis dan berkelas.

Kegiatan ini juga dimeriahkan pameran karya seni rupa guru.

Salah satu guru yang menampilkan karyanya, Fitri Fazihatul Asmiyah dari SMP Negeri 26 Malang, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai ruang apresiasi dan latihan kepekaan estetik.

Fitri menceritakan bahwa makna dari karyanya yakni tentang metamorfosa kembali ke Allah. Melambangkan proses perubahan dari kecintaan pada dunia menuju hal-hal yang abadi dan spiritual. Hal ini digambarkan dengan simbolisasi alam dan kupu-kupu yang mewakili keindahan dunia.

MGMP Guru Seni Kota Malang Gelar Pagelaran Musik, Tari, dan Rupa Bertema Metamorfosa
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Suwarjana, saat menyampaikan sambutan. (Ananda Putri Noviana)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Suwarjana, S.E., M.M., hadir memberikan apresiasi.

Ia menekankan bahwa Kota Malang memiliki kekayaan seni yang luar biasa. Guru seni memiliki peran penting membimbing generasi muda untuk tampil serta mengembangkan kreativitas.

“Seni dan pendidikan harus berjalan beriringan. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang melibatkan guru dan siswa, sehingga mereka bangga dengan karya sendiri dan terus mengembangkan bakat seni mereka,” ujarnya.

Suwarjana menambahkan bahwa kegiatan ini dibiayai secara mandiri tanpa menggunakan anggaran dinas, namun tetap mendapat dukungan penuh.

Sementara itu, kesan positif juga datang dari pengunjung. Nafa Kevin Kusuma, siswa SMP Negeri 11 Malang, menilai pameran tersebut menarik dan memberikan gambaran tentang kekayaan budaya lokal.

Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk melanjutkan dan menjaga budaya yang ada di Kota Malang.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *