Malanginspirasi.com – Komunitas literasi Duduk Baca kembali menggelar kegiatan rutin berupa lapak baca gratis dan diskusi buku bertajuk Bicara Buku di Taman Merbabu, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Minggu (14/12/2025).
Kegiatan ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh bacawan, sebutan bagi pengunjung Duduk Baca, dari berbagai latar belakang usia.
Literasi dan Diskusi
Dalam kegiatan tersebut, pengunjung tidak hanya dapat membaca dan meminjam buku secara gratis.
Tetapi juga mengikuti diskusi tematik yang membahas isu literasi finansial dengan tajuk “Definisi Duit ala Kamu.”
Diskusi ini menjadi ruang berbagi pandangan tentang makna uang dari sudut pandang personal masing-masing peserta.

Koordinator Event Duduk Baca, Bila, menjelaskan bahwa lapak baca merupakan agenda utama yang selalu dihadirkan dalam setiap kegiatan Duduk Baca.
Buku-buku yang disediakan dapat dibaca langsung di lokasi maupun dipinjam selama kegiatan berlangsung.
“Kegiatan hari ini seperti biasa, ada lapak baca. Teman-teman Duduk Baca menyediakan beberapa buku yang bisa dipinjamkan secara gratis kepada bacawan,” ujar Bila saat ditemui di lokasi.
Selain lapak baca, Duduk Baca juga rutin menggelar diskusi buku sebagai ruang dialog terbuka bagi masyarakat.
Menurut Bila, diskusi ini penting karena menghadirkan topik-topik yang jarang dibahas di ruang publik, salah satunya literasi finansial.
“Kalau ngobrolin literasi finansial itu jarang. Biasanya diskusi buku membahas karya sastra atau isu sosial. Ini sesuatu yang baru,” katanya.
Melalui diskusi tersebut, peserta diajak untuk saling bertukar perspektif mengenai uang dan perannya dalam kehidupan sehari-hari.
Bila menilai, pertemuan dengan orang-orang baru dalam forum diskusi semacam ini kerap membuka cara pandang yang lebih luas.
“Definisi uang setiap orang itu berbeda-beda. Dari diskusi seperti ini, kita bisa melihat banyak perspektif dan itu sering kali mengubah cara pandang,” ujarnya.

Komunitas yang Berawal dari Ketidaksengajaan
Bila menuturkan, Duduk Baca bermula dari inisiatif sederhana empat orang pendiri yang memiliki koleksi buku pribadi. Buku-buku tersebut awalnya hanya tersimpan dan jarang dibaca kembali.
“Awalnya iseng. Sayang kalau buku-buku pribadi cuma mangkrak. Akhirnya dicoba bikin lapak baca, ternyata diminati dan terus ditanyakan,” jelasnya.
Lapak baca pertama Duduk Baca digelar pada 2 Juli 2023 di kawasan Alun-Alun Kota Malang.
Seiring berjalannya waktu, antusiasme masyarakat terus meningkat sehingga Duduk Baca berkembang menjadi komunitas literasi yang lebih terorganisir dan konsisten menggelar kegiatan.
Koleksi Buku dari Donasi dan Dukungan Penerbit
Hingga kini, Duduk Baca memiliki sekitar 400 koleksi buku. Sebagian besar koleksi tersebut berasal dari donasi masyarakat, relawan, serta dukungan dari penerbit.
Buku-buku yang disediakan pun beragam, mulai dari bacaan anak hingga buku untuk pembaca dewasa.
Bila menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, penerbit semakin terbuka untuk berkolaborasi dengan komunitas literasi.
Menurutnya, hal ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan ekosistem literasi di Kota Malang.

Harapan Literasi yang Lebih Inklusif
Ke depannya, Duduk Baca berharap kegiatan literasi yang mereka gelar dapat semakin inklusif dan menjangkau lebih banyak kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
Namun, keterbatasan fasilitas ruang publik masih menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama.
Melalui kegiatan lapak baca dan diskusi buku, Duduk Baca terus berupaya menghadirkan ruang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk membaca, berdiskusi, serta membangun kebiasaan literasi di ruang publik.








