Komunitas Literasi Kritis Gelar Mini Lecture, Dorong Berpikir Kritis dan Kreatif

Malanginspirasi.com – Komunitas Literasi Kritis menggelar kegiatan mini lecture di Malang Creative Center (MCC) pada Jumat (19/1/2025).

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka bagi masyarakat untuk memahami literasi secara lebih mendalam, tidak hanya sebatas membaca.

Tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam menafsirkan berbagai teks kehidupan.

Ketua Komunitas Literasi Kritis, Ralditya Fito, menyampaikan bahwa forum diskusi ini bersifat terbuka dan inklusif bagi siapa pun.

“Tidak ada batasan usia. Semua bisa ikut,” ujarnya.

Perluas Pemahaman Literasi Masyarakat
Komunitas Literasi Kritis Gelar Mini Lecture, Dorong Berpikir Kritis dan Kreatif
Ketua Komunitas Literasi Kritis, Ralditya Fito Viant Babo (kiri) dan Pembina Komunitas Literasi Kritis, Andri Fransiskus Gultom, berfoto bersama setelah sesi mini lecture yang diselenggarakan di MCC, Jumat (19/12/2025). (Anggraeni Juwita)

Keterbukaan forum tersebut, menurut Pembina Komunitas Literasi Kritis Andri Fransiskus Gultom, sejalan dengan tujuan utama komunitas dalam memperluas pemahaman literasi di masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa pemahaman literasi selama ini masih sering berhenti pada aktivitas membaca teks secara permukaan. Padahal membaca seharusnya disertai dengan sikap kritis.

“Literasi itu bukan hanya baca lalu selesai. Membaca itu perlu kritis. Setiap teks, setiap buku, sebenarnya menyimpan ideologi yang tersembunyi,” jelas Andri.

Ia menerangkan bahwa berpikir kritis pada dasarnya adalah sikap mencurigai teks, yakni tidak menerima begitu saja isi bacaan.

Baik yang terdapat dalam buku pelajaran maupun teks lain yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Dalam perspektif filsafat, teks tidak hanya dimaknai sebagai tulisan.

Baca Juga:

Komunitas Duduk Baca Gelar Lapak Literasi dan Diskusi Buku di Taman Merbabu Kota Malang

“Teks itu bukan hanya kata-kata di buku. Manusia juga merupakan teks karena perilakunya bisa dibaca. Dalam fisika, teks adalah gerak alam semesta. Semua dimensi kehidupan ini adalah teks,” ungkapnya.

Komunitas Berakar Filsafat

Menurut Andri, konsep literasi kritis yang dikembangkan komunitas ini berakar dari filsafat, yang pada hakikatnya merupakan cara berpikir. Karena itu, filsafat tidak mungkin mati.

“Cara berpikir tidak mungkin mati. Karena itu, setelah kritis, filsafat harus kreatif supaya tetap hidup dan melatih orang agar tidak mudah tertipu oleh teks-teks yang kelihatnnya netral,” katanya.

Dalam mini lecture kali ini, topik yang diangkat adalah berpikir kreatif, sebagai kelanjutan dari proses berpikir kritis.

Komunitas Literasi Kritis Gelar Mini Lecture, Dorong Berpikir Kritis dan Kreatif
Pembina Komunitas Literasi Kritis, Andri Fransiskus Gultom, menjelaskan materi kepada para anggota yang hadir di mini lecture. (Anggraeni Juwita)

Andri juga menyinggung isu viral di media sosial terkait anggapan bahwa filsafat telah mati karena minim peminat.

“Banyak yang bilang filsafat mati karena peminatnya sedikit. Padahal filsafat itu cara berpikir, dan cara berpikir tidak mungkin mati,” tegasnya.

Menurut Andri, filsafat justru terus hidup dengan cara beradaptasi dan menggunakan bahasa serta pendekatan baru agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Filsafat harus kreatif supaya hidup terus, supaya orang tidak gampang tertipu oleh teks yang kita lihat,” jelasnya.
Ke depan, Komunitas Literasi Kritis berencana mengembangkan program penulisan buku dengan konsep yang lebih segar dan tidak konvensional.

Andri menyebut, buku-buku literasi tersebut akan dikemas dengan judul dan tampilan yang menarik untuk membangkitkan minat baca masyarakat.

“Kita mau bikin buku yang out of the box. Supaya orang tertarik dulu dan mau membaca,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Komunitas Literasi Kritis berharap dapat melahirkan individu-individu yang tidak hanya gemar membaca.

Tetapi juga mampu memahami, merefleksikan, serta membentuk karakter diri melalui literasi yang kritis dan kreatif.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 comment