FEB UMM Gaungkan Kesadaran Berinvestasi di Kalangan Muda

Malanginspirasi.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berupaya meningkatkan literasi keuangan dan kesadaran berinvestasi di kalangan generasi muda. Yakni dengan menggelar seminar bertajuk “Level Up Finansial: Saatnya Melek Pasar Modal”.

Acara ini berhasil menarik antusiasme mahasiswa dan kalangan muda lainnya yang ingin memahami lebih dalam dunia pasar modal dan investasi. Dengan menghadirkan narasumber berkompeten, Venus Kusumawardana SE MM dan Hesty Tri Budihartati SE MM, seminar ini menyajikan berbagai materi kritis mengenai peluang serta risiko berinvestasi, khususnya di pasar modal.

Venus Kusumawardana membuka seminar dengan menegaskan bahwa investasi bukan sekadar ikut-ikutan atau mencari keuntungan instan. Dalam pandangannya, investasi merupakan tentang kesadaran finansial dan perencanaan jangka panjang.

“Jadi jangan mudah terbuai dengan saham viral atau perdagangan harian yang berisiko tinggi,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa banyak investor pemula terjebak dalam pola konsumtif dan membeli saham berdasarkan tren semata.

Venus pun mengulas pentingnya memahami laporan keuangan, dividen, hingga analisis fundamental perusahaan sebelum memutuskan berinvestasi. Ia menuturkan bahwa memahami siklus pasar dan bersabar adalah kunci utama untuk menghindari kerugian besar.

Bahkan, ia menyarankan mahasiswa memulai investasi kecil, sekitar Rp100 ribu per bulan, dengan konsistensi dan disiplin.

Pentingnya Pengelolaan Keuangan

Sementara itu, Hesty Tri Budihartati menyoroti urgensi literasi keuangan yang masih rendah di Indonesia. Meskipun jumlah investor mencapai lebih dari 16 juta orang, tingkat pemahaman tentang pasar modal sangat minim, bahkan di bawah 5 persen.

“Ini menjadi tantangan besar, karena banyak masyarakat yang terjebak dalam investasi bodong atau salah kaprah memahami produk keuangan,” tuturnya.

Hesty menekankan, investasi harus dipahami bukan sekadar tren, melainkan sebagai alat melawan inflasi. Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan keuangan sehat. Mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, serta mengalokasikan minimal 20 persen dari penghasilan untuk investasi dan dana darurat.

Ia menyarankan agar menabung dan berinvestasi tidak perlu menunggu memiliki pekerjaan tetap, melainkan dilakukan sejak dini.

Di akhir acara, Dekan FEB UMM, Prof Dr Idah Zuhroh MM, menegaskan bahwa mentalitas mahasiswa harus dibangun dengan pola pikir ekonomis dan strategis.

“Literasi keuangan harus didahului inklusi. Jangan sekadar ikut tren, tetapi pahami risikonya,” ujarnya.

Ia pun mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan penghasilan mereka sebagai modal belajar mengelola keuangan secara bijak dan bertanggung jawab.

Seminar ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan mendalam tentang pasar modal serta membentuk generasi muda yang cerdas finansial dan siap menghadapi dinamika ekonomi masa depan.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *