Malanginspirasi.com – Merayakan Dies Natalis ke-54, Universitas Widyagama Malang (UWG) menyelenggarakan berbagai perlombaan, salah satunya lomba desain maskot. Lomba ini dimenangkan oleh Okvan Sadewo melalui karyanya yang diberi nama “Si Ino”.
Okvan menjelaskan bahwa ide awal maskot tersebut telah muncul sejak tahun 2021, ketika ia masih tergabung dalam tim promosi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UWG. Saat itu, ia merasa UWG belum memiliki maskot yang mewakili identitas universitas.
“Proses pembuatannya sebenarnya memakan waktu hampir dua bulan. Namun, karena pada tahun 2022 tidak kunjung selesai, akhirnya saya memutuskan untuk menyimpan dulu konsep tersebut. Maskot ini baru saya selesaikan pada bulan Maret 2025 lalu,” ujar Okvan saat ditemui wartawan, pada Selasa (3/6).
Dalam proses perancangannya, Okvan memilih robot sebagai ikon utama maskot. Pemilihan ini didasari oleh keinginan untuk menciptakan simbol yang mampu merepresentasikan UWG secara universal.
“Brainstorming awal mencari ikon yang benar-benar sesuai untuk menggambarkan UWG secara keseluruhan. Saya kembali membuka file lama dan akhirnya memutuskan untuk menggunakan robot sebagai ikon utama,” pungkasnya.
Maskot “Si Ino” dirancang dengan desain robotik ceria yang mengenakan jas almamater.
Menurut Okvan, desain ini mencerminkan semangat muda, kecerdasan, serta kesiapan UWG dalam menghadapi tantangan zaman.
“Tulisan ‘Kampus Inovasi’ di kepalanya menjadi pengingat bahwa setiap mahasiswa UWG adalah pionir perubahan yang berpikir kreatif, berjiwa mandiri, dan aktif berkontribusi dalam dunia nyata,” ujarnya..
Ia juga mengakui bahwa proses pengerjaan maskot tidaklah mudah, terlebih harus diselesaikan di tengah kesibukan rutinitas kerja.
“Tantangannya adalah rasa malas dan keterbatasan waktu. Saya mengerjakannya di sela-sela pekerjaan yang saat itu sedang sangat padat, terutama pada bulan Mei,” jelasnya.

Mendapatkan kabar kemenangannya dalam lomba tersebut, Okvan merasa senang sekaligus bersyukur.
Meski demikian, ia menyebut masih ada beberapa aspek dari desain “Si Ino” yang menurutnya belum sempurna dan perlu disempurnakan.
“Saya sangat berterima kasih kepada UWG yang sudah memberikan apresiasi pada karya saya, yang sempat tertunda cukup lama. Akhirnya saya bisa sedikit bernafas lega karena bisa memberikan jejak digital yang positif bagi kampus,” ujarnya.
Filosofi Maskot Universitas Widyagama Malang
Maskot Universitas Widyagama Malang (UWG) merupakan personifikasi dari semangat inovasi, kecerdasan masa depan, dan karakter dinamis mahasiswa UWG.
Dengan visual yang menggabungkan unsur robotik, karakter kartun modern, dan atribut kampus, maskot ini mewakili misi dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh UWG dalam membentuk lulusan unggul dan siap menghadapi era digital.
1. Konsep Dasar Maskot: Representasi Inovasi dan Teknologi
Maskot ini mengambil bentuk robotik sebagai lambang kecerdasan buatan, kemajuan teknologi, dan masa depan dunia pendidikan. Robot mencerminkan visi UWG untuk tidak hanya menjadi kampus unggul secara akademik, namun juga sebagai pusat pengembangan inovasi yang adaptif terhadap era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Sosok robot menyiratkan kecerdasan, efisiensi, dan kemampuan logis.
2. Ekspresi Ceria: Simbol Semangat dan Optimisme
Dengan wajah ceria dan ekspresi bersahabat, maskot UWG menggambarkan suasana akademik yang menyenangkan dan mendukung perkembangan pribadi mahasiswa. Sorot mata besar dan bercahaya mencerminkan semangat keingintahuan, kesiapan belajar, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.
3. Tulisan “KAMPUS INOVASI” di Kepala
Tulisan ini bukan sekadar slogan, melainkan filosofi mendalam bahwa berpikir inovatif adalah fondasi utama dalam kegiatan akademik maupun non-akademik di UWG. Diletakkan di kepala, pesan ini memperkuat makna bahwa inovasi dimulai dari pola pikir, daya cipta, dan keberanian untuk berbeda.
4. Jas Almamater Hitam dan Celana Kasual
Kombinasi jas almamater hitam dengan celana santai menciptakan kesan profesional namun tetap membumi. Jas almamater menegaskan identitas mahasiswa UWG yang menjunjung tinggi nilai akademik dan kebanggaan institusional. Sementara celana kasual dan sepatu sneakers menunjukkan bahwa UWG adalah kampus modern yang fleksibel, inklusif, dan akrab dengan generasi muda.
5. Gaya Bergerak Maju: Simbol Dinamika dan Semangat Progresif
Pose maskot yang tampak melangkah aktif menggambarkan semangat UWG untuk terus berkembang, tidak statis, dan siap menghadapi segala bentuk tantangan global. Ini sejalan dengan filosofi UWG sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman.
6. Desain Kartun yang Akrab dan Inklusif
Wujud kartun memberi kesan bersahabat, inklusif, dan mudah diterima oleh semua kalangan. Ini juga menunjukkan pendekatan UWG dalam menjalin komunikasi yang hangat, terbuka, dan membumi dengan seluruh mahasiswa maupun masyarakat luas.
7. Mewakili Fakultas-Fakultas secara Umum
Meski tidak merepresentasikan satu fakultas tertentu, maskot ini dirancang untuk menjadi wajah bersama dari seluruh fakultas di UWG. Namun, gaya universalnya tetap memungkinkan untuk dikembangkan secara visual ke dalam berbagai versi fakultas jika diperlukan di masa depan.







