Malanginspirasi.com – Tim Pengabdian beranggotakan Dosen Departemen Sejarah dan HKn Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Deny Yudo Wahyudi, S.Pd, M.Hum, Dr. Daya Negri Wijaya, S.Pd, M.A., serta Andhika Yudha Pratama, S.Pd., M.Sc., melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini berfokus pada pengembangan instrumen rebranding desa yang selama ini dikenal semata-mata melalui potensi pemandian air panasnya, dengan mengangkat aspek wisata sejarah sebagai nilai tambah destinasi.
Tujuan utama kegiatan ini adalah mendukung upaya Desa Padusan dalam memperkaya ragam daya tarik wisata yang dimiliki, dengan menonjolkan potensi sejarah yang selama ini belum tereksplorasi secara optimal.
Melalui pendekatan ini, diharapkan identitas pariwisata desa dapat semakin kuat dan berkelanjutan, seiring dengan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi yang inovatif.
Proses kegiatan pengabdian diawali dengan proses dialog secara secara daring kemudian dilanjutkan secara luring dengan kegiatan lapangan (observasi dan eksplorasi) yang dilaksanakan pada tanggal 26 hingga 28 April 2025.
Pada tahap ini, tim melakukan penelusuran berbagai situs dan titik-titik yang memiliki nilai historis. Tim juga berdialog langsung dengan masyarakat dan perangkat desa untuk menggali cerita serta potensi sejarah yang masih terjaga dan dapat dikembangkan sebagai bagian dari narasi wisata desa.
Setelah itu, dilakukan pengumpulan data atau footage berupa koordinat, gambar, dan video dari berbagai lokasi penting sebagai bahan dokumentasi sekaligus media promosi yang akan dikembangkan. Materi dokumentasi disiapkan untuk menjadi bagian dari instrumen digital desa dalam mendukung proses rebranding.
Selanjutnya, tim menyusun rancangan konsep pengembangan wisata sejarah yang terintegrasi dengan citra desa secara keseluruhan.

Salah satu gagasan utama adalah menyusun peta digital desa yang menggabungkan titik-titik wisata sejarah dan alam dalam satu platform, serta mengembangkan simulasi berbasis Virtual Reality (VR) yang akan ditautkan ke laman resmi Desa Padusan.
Dengan demikian, calon pengunjung dapat melakukan tur virtual terlebih dahulu, mengenal konten sejarah desa, dan menumbuhkan ketertarikan sebelum benar-benar datang berkunjung.
Upaya ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas daya tarik desa, tetapi juga membuka jalan bagi penguatan ekonomi lokal melalui diversifikasi potensi wisata.
Kepala Desa Padusan menyambut baik inisiatif ini dan berharap integrasi wisata sejarah dengan teknologi dapat menjadikan Padusan sebagai destinasi yang unik dan berdaya saing tinggi.
Kegiatan pengabdian ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam menciptakan inovasi berbasis kearifan lokal yang didukung pendekatan digital untuk masa depan yang berkelanjutan. Kegiatan rebranding ini juga selaras dengan potensi yang dimiliki oleh Desa Padusan.
Area pemandian air panas di Desa Padusan tidak hanya memiliki nilai wisata alam. Tetapi juga menyimpan potensi historis yang penting, khususnya sejak era kuna. Indikasi pemanfaatan sumber air panas sebagai tempat pemulihan dan peristirahatan telah muncul dalam berbagai sumber dan tradisi lokal, yang mengisyaratkan adanya peran penting kawasan ini dalam kehidupan spiritual dan sosial masyarakat masa lampau.
Oleh karena itu, kawasan pemandian ini layak untuk ditinjau lebih jauh dari sudut pandang kesejarahan, sebagai bagian dari upaya menggali dan mengembangkan potensi wisata sejarah di Desa Padusan.

Selain peninggalan material dan cerita tutur, Padusan juga menyimpan tradisi dan ritual lokal yang hingga kini masih dijalankan oleh sebagian masyarakatnya.
Upacara adat seperti sedekah bumi dan ruwatan air panas mencerminkan keterkaitan antara kepercayaan lokal dan lingkungan alam sekitar, yang dapat menjadi daya tarik wisata budaya yang mendalam.
Penggabungan narasi sejarah dengan pengalaman ritual ini memberikan peluang bagi pengembangan wisata berbasis pengalaman (experiential tourism), yang diminati oleh segmen wisatawan edukatif dan spiritual.







