Malanginspirasi.com – Wisuda adalah salah satu momen yang akan selalu dikenang oleh para mahasiswa. Banyak cara dilakukan untuk merayakan momen istimewa tersebut. Berbeda dengan yang lain, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mengikuti seremoni wisuda di Taiwan meskipun kuliah di Malang.
Kabar itu datang datang dari mahasiswa Prodi Teknik Mesin UMM. Mereka adalah Mahammad Zahmil, Dwi Cahya putra, Fachri Aldin dan Naura alya Kamila.
Keempat wisudawan itu sukses menyelesaikan sarjana di UMM, Kamis (19/6/2025) dan langsung melanjutkan S2 National Formosa University Taiwan berkat program fast track UMM. Karenanya mereka mengikuti wisuda secara daring di Taiwan.
Program tersebut merupakan kerja sama dari prodi Teknik Mesin UMM dengan National Formosa University Taiwan.
Zahmil menjelaskan jika dia mengambil konsentrasi Green Smart Manufacturing di bawah naungan departemen Industrial. Saat ini ia sudah menjalani program fast track selama satu semester.
Hal tersebut dapat langsung dikonversikan sebagai tugas akhir, sehingga ia dan teman-temannya dapat segera melanjutkan proses lanjut studi.
“Saat ini, kami sudah berada di Taiwan dan belajar menimba ilmu di progrma magister. Jadi kami wisuda secara daring,” katanya.
Ia menilai program ini sangatlah menarik karena ia bisa langsung belajar S2 berkat percepatan di program Teknik Mesin UMM. Ia juga mempelajari coding dan phyton yang dapat menjadi bekal penting dalam karirnya dimasa depan.
Selain program fast track ini, Teknik Mesin UMM juga memberikan banyak pengalaman seperti studi budaya dan guest lecturer yang dihadiri oleh para pakar.
Penuhi Berbagai Persyaratan
Untuk bisa diterima, Zahmil bercerita sederet persyaratan yang harus dipenuhi. Mulai dari sertifikat bahasa Inggris hingga IPK yang mencukupi di atas 3.00 serta bahasa mandarin dasar.
Tak hanya itu, pengalaman internasional juga harus dimiliki. Sebelumnya, ia pernah mengikuti pertukaran pelajar selama satu semester dengan beasiswa Erasmus di Lublin University of Technology di Polandia.
Sebagai salah satu contoh mahasiswa inspiratif, Zahmil mengaku jika penting untuk mampu mengelola waktu dengan baik dan memprioritaskan hal yang penting untuk mencapai target akademik.
“Adaptasi adalah kunci,” tegas Zahmil.

Menutup kalimatnya, Zahmil berpesan agar mahasiswa semester awal dapat mempersiapkan diri untuk bisa turut bergabung di program fast track tanpa ada hambatan.
Ia berharap akan ada banyak mahasiswa UMM yang mengambil kesempatan ini.
“Pihak Teknik Mesin UMM sudah menyiapkan program ini dengan baik, maka mahasiswa harus bisa mengambil kesempatan ini. Kolaborasi UMM dan kampus Taiwan ini adalah salah satu jalan menuju kesuksesan yng harus diperjuangkan,” pungkasnya.







