Malanginspirasi.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi mendalam pada SMK PGRI 3 Malang saat menghadiri penutupan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Closing Ceremony Kegiatan Cinta Sekolah (KCS) di Lapangan Sudirman Pusdik Arhanud, Jumat (11/7/2025) sore.
Khofifah menyebut sekolah ini sebagai sekolah kejuruan yang luar biasa karena berhasil menarik peserta didik dari berbagai provinsi di Indonesia. Mengingat siswa-siswinya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Flores, Medan, dan Batam.
Gubernur Khofifah mengatakan bahwa rasa kepercayaan yang diberikan ke SMK PGRI 3 Malang ini luar biasa.
“Di sistem itu 48 menit pertama sudah banyak yang melebihi kapasitas pada jurusan-jurusan tertentu. Itu artinya memang jurusan yang kira-kira langsung connect ya dengan Dudika, Dunia usaha industri dan dunia kerja,” ungkapnya.
Dikatakannya, ia memantau langsung sistem pendaftaran sekolah di Jawa Timur.
Gubernur juga menekankan pentingnya membangun karakter siswa sejak awal melalui kegiatan yang memperkuat nasionalisme, disiplin dan semangat hidup sehat. Seperti menjauhi narkoba, alkohol, dan rokok demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
“SMK Bisa, SMK Hebat. SMK bisa hebat. Nah, LKS Jawa Timur juga andalannya di SMK PGRI Malang,” tegasnya.
Ia pun mendorong siswa untuk belajar baik dan berkarakter kuat.
Keterhubungan antara jurusan-jurusan SMK dengan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri), serta tuntutan adaptasi terhadap kemajuan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) juga tak luput dari sorotannya.
Dijelaskannya seluruh sektor sekarang sudah menggunakan AI.
“Jadi semua harus dilakukan improvement dari masing-masing SMK memang harus dilakukan,” ujarnya.
Dukungan Penuh dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai yang juga hadir, menegaskan jika kolaborasi antara SMK dan DUDI merupakan kunci dalam menjaga tingkat penyerapan tenaga kerja lulusan SMK yang saat ini tergolong tinggi di Jawa Timur.
“Jadi tidak boleh mereka hanya tugasnya akademik atau teknik saja. Tapi bisa kolaborasi sehingga mendapatkan hasil yang diinginkan oleh DUDI,” ujarnya.

Kegiatan MPLS tahun ini diikuti oleh 987 peserta didik baru, yang mendapatkan bekal pendidikan karakter dan nasionalisme melalui kurikulum mendalam seperti Tri Astha Garda Niskala serta deep learning.
Kepala SMK PGRI 3 Malang, M. Lukman Hakim menjelaskan, selain penguatan mental dan kedisiplinan, para siswa juga ditanamkan nilai-nilai anti-perundungan, anti-narkoba, hingga edukasi tentang bahaya judi online dan kekerasan seksual.
“Dan harapan kami diadakan di Pusdik Arhanud ini, selain untuk menguatkan mental mereka. Juga kami ingin membentuk karakter-karakter dan juga menguatkan kecintaan NKRI,” imbuhnya.

SMK Sebagai Pilar Pendidikan Masa Depan
Khofifah berharap kesuksesan SMK PGRI 3 Malang bisa menjadi contoh bagi SMK lainnya di Jawa Timur dan Indonesia.
Ia juga menyampaikan optimismenya bahwa lulusan SMK yang berkualitas dan berkarakter kuat akan memainkan peran penting dalam pembangunan nasional.
“Anak-anak ini harus hidup sehat menjemput Indonesia Emas 2045. Harus dalam keadaan sehat fisik, sehat psikologis, sehat karakternya. Dan pola-pola seperti ini menurut saya akan memberikan nilai tambah yang baik,” pungkas Khofifah.







