Tim Maharesigana UMM Juara 2 Lomba LDP Tingkat Nasional di Jambore Relawan Muhammadiyah-Aisyiyah 2025

Malanginspirasi.com – Tim relawan Maharesigana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Tingkat Nasional. Kompetisi yang digelar sebagai bagian dari Jambore Relawan Nasional Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-3 ini berlangsung pada 26–29 Juni 2025 di Karanganyar, Jawa Tengah.

Lomba ini menjadi ajang pembuktian kapasitas relawan muda dalam memberikan pelayanan psikososial yang responsif, empatik, dan berbasis kebutuhan penyintas bencana.

Dalam pelaksanaannya, tim LDP Maharesigana UMM yang beranggotakan 3 orang. Ketiganya adalah Rahma Aldina Rafina Putri, Fadlila Risang Maulana, dan Fadhila Azzahra. Mereka menyajikan rancangan program layanan psikososial yang kontekstual dan tepat sasaran. Program tersebut meliputi asesmen cepat, intervensi psikososial awal, serta pendampingan kelompok rentan secara kreatif dan profesional.

Rahma Aldina, selaku Koordinator Tim Lomba LDP sekaligus Ketua Kontingen Maharesigana UMM, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian timnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama dan komitmen seluruh anggota tim yang telah mempersiapkan diri dengan serius.

“Kami sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Namun, lebih dari sekadar lomba, Jambore ini adalah ruang belajar bersama. Bukan sekadar ajang bersaing, tetapi juga momentum untuk saling bertukar ilmu dan memperkuat kolaborasi dalam penanganan kebencanaan, terutama di sektor layanan dukungan psikososial,” ujar Rahma.

Tim LDP Maharesigana UMM menunjukkan skema program yang telah disusun di Lomba LDP Tingkat Nasional di Jambore Relawan Muhammadiyah-Aisyiyah 2025. (Ist)
Kontribusi Mahasiswa dalam Isu-Isu Kemanusiaan

Sementara itu, Indra Ferry, selaku Pembina Maharesigana UMM, turut memberikan apresiasi dan menyoroti pentingnya dukungan kelembagaan dalam mengembangkan potensi relawan mahasiswa.

“Capaian ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa mampu berkontribusi secara profesional dalam isu-isu kemanusiaan, khususnya layanan psikososial. Kami dari pembina tentu akan terus mendorong dan mendampingi Maharesigana UMM agar menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua MDMC/Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Indrayanto. Ia menilai peran mahasiswa relawan sangat penting dalam penguatan sistem kebencanaan Muhammadiyah.

“Kelompok mahasiswa relawan yang ada di Universitas Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ini menjadi kekuatan yang strategis dalam proses membangun pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, dan penanganan darurat bencana,” ujarnya.

Pencapaian ini menjadi motivasi bagi Maharesigana UMM untuk terus meningkatkan kapasitas dan kontribusinya. Juga komitmen dalam mencetak relawan tangguh dan berdaya baik di tingkat lokal maupun nasional.

Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *