Malanginspirasi.com – Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) dari Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya (UB) baru-baru ini melaksanakan pelatihan branding digital dengan pendekatan Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) di Desa Pace, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa kepada masyarakat guna meningkatkan ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi pemasaran digital.
Pelatihan tersebut ditujukan kepada Kelompok EcoOil Sejahtera yang mengelola produk sabun ramah lingkungan berbahan dasar minyak jelantah. Tujuannya adalah membekali masyarakat dengan kemampuan mengidentifikasi segmen pasar secara spesifik. Juga menentukan target konsumen yang tepat sasaran, serta merancang citra produk yang kuat agar mampu bersaing di pasar digital.
Dalam pelatihan ini, peserta juga dikenalkan pada penggunaan platform e-commerce Shopee. Mulai dari pembuatan akun, pengunggahan produk, hingga pengelolaan transaksi untuk memperluas jangkauan pasar.
Dukungan akademik diberikan oleh tim dosen dan peneliti Universitas Brawijaya yang ahli dalam bidang bioteknologi, teknologi agroindustri, kebijakan publik, dan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.
Kolaborasi ini melibatkan juga pemerintah setempat serta Taman Nasional Meru Betiri SPTN III Kalibaru, bersama Kelompok Minyak Jelantah “EcoOil Sejahtera”.
Pembimbing yang terlibat antara lain Dr. Maharani Pertiwi K., Dr. Siti Asmaul Mustaniroh, Dr. Nila Firdausi Nuzula, dan Dr. Eng Elya Mufidah.
Pendekatan multidisipliner ini memperkuat kualitas pelatihan sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara maksimal.
Pendekatan STP dalam Pemasaran Digital
Pelatihan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai pentingnya strategi STP dalam pemasaran digital dan relevansinya dalam menciptakan pemasaran produk yang efektif.
Selanjutnya, praktik pengemasan produk sabun, baik dalam bentuk batang maupun cair, dijalankan sebelum materi pemasaran digital disampaikan.
Kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Secara khusus, pelatihan mendukung SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui penciptaan peluang pendapatan baru dari limbah; SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan peningkatan keterampilan kewirausahaan dan ekonomi kreatif; SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan) dengan pengelolaan limbah minyak jelantah dan batok kelapa menjadi produk bernilai; serta SDG 17 (Kemitraan) melalui kolaborasi sinergis antara masyarakat desa, universitas, pemerintah, dan mitra lainnya.
Dengan menggabungkan pendekatan akademik dan praktik nyata di lapangan, Program Doktor Mengabdi Universitas Brawijaya berharap dapat memberdayakan masyarakat Desa Pace secara berkelanjutan. Sekaligus pula mendorong transformasi ekonomi berbasis teknologi digital yang inklusif dan ramah lingkungan.







