Sementara Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D. dekan Fakultas Pertanian UB mengatakan kegiatan ini merupakan proses belajar bersama antara jaringan petani dunia dengan peneliti perguruan tinggi. Kedepannya diharapkan bisa menemukan semacam model sistem pertanian yang bisa terapkan di pertanian-pertanian di dunia termasuk Indonesia, untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
“Ini merupakan network antara petani yang memiliki farming, akademisi dan para pengiat pertanian untuk membangun sistem riset bagaimana mencari solusi yang terbaik, tehnologi terbaik, juga model terbaik untuk mengembangkan pertanian didunia yang relatif friendly terhadap sumberdaya alam,” kata dekan FP tersebut.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP. menyambut baik acara ini. Menurutnya, kegiatan ini merupakan workshop untuk memberikan pemahaman mengenai pertanian berkelanjutan dan bagaimana melakukan optimalisasi hasil-hasil pertanian melalui pengelolaan pertanian yang berkelanjutan.
“Mudah-mudahan kegiatan ini terus menambah posisi UB sebagai penyelenggara, karena ini merupakan kegiatan Internasional yang bIsa meningkatkan reputasi kita didunia internasional,” katanya.
Ditambahkannya, kegiatan tersebut bisa kontribusi bagi peningkatan produksi pertanian. Di sisi lain acara ini bermanfaat untuk merangkul stakeholder di dunia bersama-sama mengembangkan pertanian berkelanjutan.
Pada akhir acara kegiatan tersebut, Jumat (9/8/2024) di gedung Fakultas Pertanian UB ditutup dengan ditandai pemotongan tumpeng launching program The Lighthouse Farms Academy sebagai bentuk kolaborasi Fakultas Pertanian UB dengan WUR.
Wakil Dekan 1 Bidang Akademik FP Dr. Afifuddin Latif Adiredjo, S.P., M.Sc., mengatakan dengan berjalan dan usainya kegiatan tersebut sebagai moment untuk pengembangan sumberdaya manusia dan peningkatan atmosfir akademik.
Program tersebut akan teradaptasikan dan terintegrasikan dengan program Fakultas Pertanian sehingga FP UB akan terus menjadi mitra didalam Program Ligthouse Farm tersebut baik yang berjalan di Indonesia atau dinegara lain.
“Ada dua point utama, pertama Wageningen adalah juara satu dunia pertanian. Itu sebagai representasi sumberdaya FP UB terakui dunia. Yang kedua, kami tidak ingin kegiatan yang berjalan satu minggu itu berhenti di sini, kami ingin berkelanjutan kolaborasi ini terjalin,” tandasnya.







