Malanginspirasi.com – Universitas Brawijaya (UB) menggelar Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan (ORDIK) Pascasarjana pada 18–19 Agustus 2025, menyambut 2.255 mahasiswa baru program magister dan doktoral. Acara ini dirancang untuk memfasilitasi adaptasi akademik dan sosial mahasiswa, sekaligus membentuk cendekiawan yang profesional, berintegritas, dan visioner, selaras dengan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Rektor UB, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc, dalam sambutannya menekankan pentingnya riset sebagai fondasi utama pendidikan pascasarjana. Ia mendorong mahasiswa untuk aktif melakukan riset yang kolaboratif dan menghasilkan temuan baru.
“Aktivitas belajar mahasiswa pascasarjana berangkat dari riset yang melibatkan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan,” tegas Prof. Widodo.
“Tugas mahasiswa adalah mengembangkan ilmu pengetahuan yang tidak sekadar bersumber dari buku teks, melainkan melalui penelitian mendalam yang menghasilkan temuan baru. Hasil riset yang berkualitas inilah yang nantinya dituangkan dalam bentuk buku maupun publikasi jurnal ilmiah.”
Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen UB dalam melahirkan intelektual yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan nasional.
ORDIK Pascasarjana UB 2025 dihadiri Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., sebagai narasumber utama.

Menteri Hanif membahas urgensi kolaborasi antara akademisi dan pemerintah dalam menjawab tantangan pembangunan hijau dan ekonomi biru. Selain itu, pimpinan UB memberikan materi tentang peraturan akademik, publikasi jurnal ilmiah, layanan perpustakaan, dan transformasi digital.
ORDIK diharapkan dapat memotivasi mahasiswa, membangun jaringan, dan menyiapkan landasan yang kuat untuk menghadapi tantangan akademik.
Dengan demikian, mahasiswa baru Pascasarjana UB diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.








